news24xx.com
Monday, 19 Nov 2018

Menyuntikkan Silikon ke Penisnya Agar Membuatnya Lebih Besar, Seorang Pria Dari Australia Meninggal Dunia

news24xx


 Jack Chapman Jack Chapman

News24xx.com - Jack Chapman (28) asal Melbourne, Australia, menyuntikkan silikon ke penisnya. Alhasil, Jack meninggal akibat sindrom emboli silikon. Hal ini berujung pada komplikasi perdarahan paru hingga akhirnya nyawa Jack tidak bisa ditolong.

 

Dalam beberapa foto yang beredar terlihat Jack berpose dengan selangkangan yang bengkak. Dalam tulisan unggahan memorial untuk Jack di halaman Facebooknya, "Tank (sebutan Jack -red) adalah sosok yang baik dan lemah lembut. Hatinya diisi dengan cinta yang ia berikan ke orang lain di sekitarnya... Dia berjuang begitu keras, sempat membaik, tapi kemudian datang momen buruk yang tidak bisa dicegah." Dikutip dari detik.com (8/11).

 

Diduga Jack tergila-gila menyuntikkan silikon, mendapatkan tubuh yang besar, untuk memuaskan komunitasnya. Dan sang ibu, Linda Chapman, menyalahkan kematian Jack pada komunitas homoseks di Amerika Serikat (AS) yang mengenalkannya pada modifikasi tubuh. 

 

"Seperti sebuah kebaktian, sebuah klan, keluarga, sekte. Untuk membuktikan kesetiannya mereka harus mengubah tubuh," kata Linda dalam acara televisi Australia, The Project.

 

"Dia bukan Jack yang dulu saya antar pergi ke AS. Dia kehilangan percaya dirinya, tersesat di dalam sekte itu. Dia jadi anak yang terganggu mentalnya," pungkas Linda.

 

Jack meninggal akibat sindrom emboli silikon. Hal ini berujung pada komplikasi perdarahan paru hingga akhirnya nyawa Jack tidak bisa ditolong. Disebutkan koroner di King County Medical Examiner. Dikutip dari The New York Post.

 

Sindrom emboli silikon sendiri adalah kondisi di mana kandungan silikon menggumpal masuk ke dalam aliran darah dan berakhir di paru-paru. Karena aliran darah tersumbat oleh gumpalan silikon maka paru-paru tidak bisa bekerja dengan baik.

 

Tak Lama Setelah Suntik Silikon, Jack Meninggal Dunia Akibat Pembengkakan Pada Penisnya

 

Jack Chapman (28) asal Melbourne, Australia, menyuntikkan silikon ke penisnya. Alhasil, Jack meninggal akibat sindrom emboli silikon. Hal ini berujung pada kesaksaan paru-paru hingga akhirnya Jack tidak bisa ditolong.

 

Dalam beberapa foto yang beredar terlihat Jack berpose dengan selangkangan yang bengkak. Dalam tulisan unggahan memorial untuk Jack di halaman Facebooknya, "Tank (sebutan Jack -red) adalah sosok yang baik dan lemah lembut. Hatinya dilengkapi dengan cinta yang ia berikan ke orang lain di sekitarnya ... Dia berjuang begitu keras, bisa sembuh, tapi kemudian datang yang tidak bisa dicegah. " Dikutip dari detik.com (8/11).

 

Diduga Jack tergila-gila menyuntikkan silikon, mendapatkan tubuh yang besar, untuk memuaskan komunitasnya. Dan sang ibu, Linda Chapman, menyalahkan kematian Jack pada komunitas di Amerika Serikat (AS) yang mengenalkannya pada modifikasi tubuh.

 

"Seperti sebuah kebaktian, sebuah klan, keluarga, sekte. Untuk membuktikan kesetiannya mereka harus mengubah tubuh," kata Linda dalam acara televisi Australia, The Project.

 

"Dia bukan Jack yang dulu saya antar ke AS. Dia hilang, tersesat di sekte itu. Dia jadi anak yang terganggu mentalnya," pungkas Linda.

 

Jack meninggal akibat sindrom emboli silikon. Hal ini berujung pada kesaksaan paru-paru hingga akhirnya Jack tidak bisa ditolong. Ditutupkan koroner di King County Medical Examiner. Dikutip dari The New York Post.

 

Sindrom emboli silikon sendiri adalah kondisi di mana bagian-bagian tubuh menggugah masuk ke dalam aliran darah dan berakhir di paru-paru. Karena aliran darah disumbat oleh gumpalan silikon maka paru-paru tidak bisa bekerja dengan baik.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...