news24xx.com
Monday, 19 Nov 2018

Australia Berhasil Menciptakan Sistem Peringatan Dini Tsunami yang Murah dan Sederhana

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Wilayah Australia juga termasuk dalam patahan dan pertemuan lempeng, dan juga masuk dalam wilayah yang rawan akan gempa dan tsunami. 

 

Dr Gardner-Stephen mengatakan ketika gempa berkekuatan 7,4 menghantam kota Palu, Sulawesi tengah bulan lalu, tsunami yang terjadi melanda hanya dalam waktu delapan menit kemudian pasca gempa, dan menewaskan lebih dari 1.300 orang dan membuat ratusan rumah hancur.

 

Dia mengatakan, gempa itu melumpuhkan jaringan telepon sehingga peringatan tsunami tidak bisa dikirim ke desa-desa.

 

Dr Paul Gardner-Stephen dari Flinders University bersama para ilmuan di Adelaide, Australia Selatan, mengatakan mereka telah berhasil melakukan uji coba pada sistem peringatan tsunami sederhana dan murah di desa-desa kecil di Vanuatu yang dapat membantu menyelamatkan nyawa masyarakat di daerah yang rentan terhadap bencana alam.

 

Dr Gardner-Stephen mengatakan purwarupa teknologi baru ini akan menelan biaya sekitar USD 500.000 dan peluncuran di negara-negara seperti Vanuatu mungkin akan menelan biaya sekitar USD 2 juta.

 

Biaya akan jauh lebih rendah dalam jangka panjang, pendanaan masih merupakan "satu-satunya penghalang" yang menghambat peluncuran teknologi ini. "Pekerjaan kami baru-baru ini di Vanuatu memakan biaya sekitar 1 persen dari investasi yang diperlukan untuk membuat menara peringatan tsunami konvensional," katanya, yang dikutip dari liputan6.com (8/11)

 

Dijelaskannya, bahwa sistem peringatan dini tsunami yang menggunakan receiver kecil yang terhubung ke klakson angin (airhorns), dikatakan 100 kali lebih murah daripada sistem peringatan yang ada saat ini saat biaya yang berkelanjutan menjadi faktor yang sangat diperhitungkan.

 

"Teknologi baru ini tidak melibatkan peralatan besar yang kemungkinan akan rusak akibat badai dan tim telah berhasil mengujinya bulan lalu," ungkap dia.

 

"Kami saat ini berada di titik di mana kami telah berhasil membuktikan semua bagian kunci dari teknologi ini. Apa yang perlu kami lakukan sekarang adalah memungkinkan adanya pendanaan, dan hal terkait ini memang selalu menjadi tantangan, tetapi kami bisa memiliki unit prototipe sistem ini siap sebagai percobaan pada pertengahan 2019," sebutnya.

 

Dr Gardner-Stephen menjelaskan bahwa sistem peringatan tsunami biasa menggunakan menara yang mahal untuk membeli dan memeliharanya, serta memerlukan instalasi oleh ahli, sehingga hanya sebagian kecil masyarakat yang rentan memiliki akses ke sistem tersebut.

 

Dia mengatakan teknologi baru ini menggunakan receiver yang sangat kecil dan murah dan tidak menggunakan antena piringan yang akan membutuhkan kalibrasi yang hati-hati.

 

"Apa yang kami lakukan dalam perbandingan adalah membuat sesuatu yang kecil, yang mendapat sinyal oleh satelit, sehingga tidak peduli apa yang terjadi pada jaringan seluler lokal ... kami tetap dapat menyediakan sistem peringatan tsunami dan bencana lainnya yang efektif seperti ini di desa-desa dengan biaya hanya sekitar $ 200 bukan $ 10.000," katanya.

 

"Sistem ini juga akan menyediakan desa-desa dengan stasiun radio lokal, sehingga mereka bisa mendapatkan berita, cuaca, informasi untuk membantu beradaptasi dengan perubahan iklim, keamanan pangan, keamanan air, semua hal yang bernilai bagi komunitas ini."

 

Dia mengatakan peringatan tsunami yang telah diuji di Vanuatu ini menggunakan sirine, yang bisa menjadi sesuatu semurah klakson udara (airhorn). "Ini hanya perlu didengar di daerah di desa setempat. Cara-cara lama sangat cocok untuk kota-kota industri besar di mana Anda ingin sirene itu terdengar sejauh beberapa kilometer. Padahal dalam konteks desa-desa di pedesaan di wilayah Indo-Pasifik, kita tidak perlu memiliki infrastruktur yang sangat mahal," katanya

 

"Kami memiliki kapasitas untuk bisa meluncurkan sistem peringatan tsunami di wilayah itu secara progresif dari sekitar akhir 2019. Dan kami tidak berbicara biaya keuangan yang besar untuk melakukan itu, tapi tentu saja kami harus mencari mitra," tutupnya.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...