news24xx.com
Monday, 26 Aug 2019

Pengakuan Australia Bahwa Ibukota Israel Adalah Jerusalem Barat Menimbulkan Kontroversi Diseluruh Belahan Dunia

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Perdana Menteri Scott Morrison menyatakan bahwa Australia secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. "Australia sekarang mengakui Yerusalem Barat, yang merupakan pusat Knesset dan banyak lembaga pemerintah lainnya, menjadi ibu kota Israel" kata Morrison pada Sabtu, 15 Desember 2018.



BACA JUGA : Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana Mengundurkan Diri Dari Partai Kebangkitan Bangsa

Namun, Morrison mengatakan bahwa Australia tidak akan memindahkan kantor kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. "Kami akan memindahkan kedutaan kami ke Yerusalem Barat jika memungkinkan" katanya.

Morrison telah menyatakan pertimbangan negaranya untuk relokasi kedutaan ini sejak Oktober lalu. Pada saat itu, Morrison mengatakan bahwa pertimbangan ini muncul karena proses perdamaian antara Israel dan Palestina tidak pernah berakhir karena kedua negara memperebutkan Jerusalem Timur sebagai modal masa depan mereka.



BACA JUGA : Tak Terima Dengan Perpindahan Ibukota, Anggota Partai Gerinda Lakukan Hal Mengejutkan Ini Dalam Rapat Pleno DPR

Pernyataan dari Morrison ini mengundang kecaman dari berbagai pihak, termasuk Indonesia. Sebagai pendukung Palestina, Indonesia sangat menentang rencana Australia karena dianggap semakin mengancam prospek perdamaian Israel-Palestina.

Selain itu, Jakarta menilai bahwa langkah-langkah kontroversial yang terinspirasi oleh Amerika Serikat melanggar hukum internasional. Tak lama setelah rencana kontroversial Morrison diumumkan, Indonesia segera mengeluarkan pernyataan kecaman untuk memanggil duta besar Australia di Jakarta.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...