news24xx.com
Tuesday, 25 Jun 2019

Samsung Tutup Pabrik Ponselnya Karena Kalah Saing Dengan Merek Lokal

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Perusahaan raksasa Samsung sempat kalang kabut karena penjualan spamrtphone nya terus mengalami penurunan. Dari data, menyusut mulai dari 15 persen pada tahun 2013, dan hingga pada tahun 2018 menjadi 1 persen. Ini data dari firma ridet di pasar Counter Point.

 

Alhasil, Samsung terpaksa melakukan penutupan pada pabriknya di Tianjin China bagian Utara.

 

Dalam sebuah penyataannya, Samsung mengatakan, "Sebagai usaha lanjutan untuk efisiensi fasilitas produksi kami, Samsung Electronics harus sampai pada keputusan yang sulit untuk menutup operasional di pabrik Samsung Electronics Telecommunication (TSTC) di Tianjin."



BACA JUGA : Pemerintah Pastikan Tidak Ada Maskapai Penerbangan Asing Yang Ingin Masuk ke Indonesia

Dari pernyataan itu, disebutkan juga bahwa penutupan operasional kegiatannya akan dilakukan pada 31 Desember 2018. Dan terpaksa sebanyak 2.600 karyawan pabriknya itu akan ditinjaklanjuti untuk nasibnya.

 

Dalam pernyataan itu juga dituliskan perwakilan Samsung akan mendukung seluruh karyawan pabriknya itu. "Kami berkomitmen untuk memberikan keadailan dan kompensasi yang rasional termasuk konseling karir dan pelatihan vokasi, sementara peluang transfer ke fasilitas Samsung lainnya juga akan tersedia jika memang memungkinkan," tulis Samsung melalui perwakilannya.



BACA JUGA : Kebijakan Pemerintah Mengekang Diskon Taksi Online Akan Selesai Akhir Juni

Disisi lain, dari KompasTekno dari South China Morning Post, menyebutkan bahwa Samsung di China memiliki dua pabrik besar. Selakn di Tianjin, ada satu pabrik lagi di Huizhou China bagian Selatan.

 

Penjelasan informasi itu menyebutkan bahwa Samsung yang merupakan asal Korea, kalah saing dalam penjualan smartphonenya dengan merek lokal di China, yakni Xiaomi, Huawei, Oppo, dan Vivo. Dalam dua tahun terakhir, tak satupun ponsel Galaxy besutan Samsung berhasil masuk daftar 10 ponsel terlaris di China.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...