news24xx.com
Monday, 19 Aug 2019

BI Laporkan Utang Luar Negeri Naik 5,3 persen, Masih Aman Terkendali

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Pada akhir bulan Oktober 2018, terhitung utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 5,3 persen. Dan total pada saat itu adalah sebesar Rp5.227 triliun, ini setara dengan USD360,5 miliar. Ini adalah data laporan dari Bank Indonesia yang dilansir pada Rabu (19/12/2018).

 

Dari sebelumnya, pada bulan September terjadi peningkatan sebesar 0,19 persen. Jumlah ULN pada bulan September adalah USD359,7 miliar. 



BACA JUGA : Perusahaan Induk Penambangan Negara Berganti Nama Dengan MIND ID

"Utang luar negeri Indonesia akhir Oktober 2018 terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 178,3 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar 182,2 miliar dolar AS," tulis bank Sentral dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia.

 

Rincian yang dituliskam Bank Indonesia pada ULN Indonesia adalah mencapai USD175,4 miliar, naik 3,3 persen (yoy), sedangkan ULN bank sentral mencapai USD2,9 miliar. Untuk ULN swasta termasuk BUMN mencapai USD182,2 miliar, atau naik 7,7 persen (yoy). Hingga akhir Oktober 2018. ULN swasta tersebut terdiri dari lembaga keuangan bank sebesar USD32,5 miliar dan lembaga keuangan bukan bank sebesar USD10 miliar.



BACA JUGA : Ekonomi Digital Indonesia Diperkirakan Akan Naik Hampir Dua Kali Lipat Pada Tahun 2024

Sedangkan pada debitur bukan lembaga keuangan, adalah sebesar USD139,6 miliar. ULN swasta pada Oktober 2018 tumbuh sebesar 7,7 persen (yoy), atau meningkat 1 persen dari bulan sebelumnya. 

 

Pada sektor swasta ini didorong oleh pertumbuhan ULN pada sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA). ULN swasta tersebut sebagian besar dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor LGA, serta sektor pertambangan dan penggalian.

 

Walaupun begitu, BI menyimpulkan tentang perkembangan ULN Indonesia sepanjang tahun 2018 masih aman terkendali, serta struktur peningkatan yang sehat. Hal ini mengacu pada rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang dikisaran angka 34 persen pada akhir September 2018.

 

Menurut Undang-Undang no 17 tahun 2003 batas bawah maksimal adalah sebesar 60 persen terhadap PDB. Dan rasio pertumbuhan itu dikatakan masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara dengan kapasitas ekonomi serupa. Dan juga karena struktur ULN Indonesia masih tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,9 persen dari total ULN.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...