news24xx.com
Monday, 21 Jan 2019

Perbedaan Antara Seseorang yang Pemalu dan Seseorang yang Memiliki Phobia Sosial

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Sering kali kita merasa gugup, malu, dan cemas. Misalnya, ketika kita berjalan ke atas panggung, ketika kita berbicara di depan umum, atau ketika kita bertemu orang baru.

 

Menjadi malu adalah hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi ada juga kasus ekstrim di mana Anda memiliki kecemasan yang tidak rasional dalam berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini disebut gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial.



BACA JUGA : Abou Zakkour, Sang Pria Kuning yang Hanya Mengenakan Pakaian Dengan Warna Kuning Selama 35 Tahun

Fobia sosial adalah sejenis gangguan kepribadian di mana Anda merasakan ketakutan yang tidak rasional, ketidaknyamanan, dan kegugupan di lingkungan sosial. Bagi orang-orang dengan kelainan ini, interaksi sehari-hari bisa menyakitkan. Mereka akan selalu dihantui oleh ketakutan akan apa yang orang pikirkan tentang mereka dan rasa malu yang disebabkan olehnya. Gangguan ini juga dihubungkan dengan rasa takut akan penolakan.

 

Jadi bagaimana kita membedakan orang pemalu dari orang yang fobia sosial? Banyak orang berpikir bahwa keduanya sama, tetapi mereka sama sekali berbeda. Gangguan kecemasan sering dianggap sebagai rasa malu yang ekstrim tetapi sebenarnya tidak.



BACA JUGA : Peneliti Menemukan Bahwa Kebanyakan Murid Sekolah Menengah di AS Menggunakan Rokok Elektrik

Orang yang pemalu dan mereka yang fobia sosial dapat dibedakan dari tanda-tanda fisik, seperti gugup atau stres. Orang pemalu juga stres, tetapi tidak terlalu. Misalnya, ketika mereka harus berbicara di tempat umum, orang yang pemalu akan merasa gugup dan cemas, tetapi hanya selama waktu itu saja. Setelah beberapa saat, mereka akan menjadi lebih baik. Di sisi lain, mereka yang fobia sosial akan merasakan kegugupan dan kecemasan lama setelah itu, bahkan beberapa hari sebelum dan sesudahnya.

 

Orang dengan gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial sering menganalisis hal-hal yang berlebihan dan selalu berpikir negatif tentang diri mereka sendiri. Tanda-tanda fobia sosial dapat dilihat sejak usia dini. Sayangnya, banyak orang meremehkan gangguan ini sehingga sebagian besar tidak terdiagnosis.

 

Jika Anda merasa mengalami gangguan kecemasan sosial, lebih baik Anda pergi ke psikolog. Jangan biarkan itu menghantui Anda. Melalui banyak jenis terapi Anda akan percaya diri lagi dan akhirnya merasa bahagia.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...