news24xx.com
Wednesday, 24 Apr 2019

Israel Diduga Semprotkan Pestisida ke Lahan Pertanian Palestina Untuk Membuat Para Petaninya Gagal Panen

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Oleh para kritikus, praktik yang dijuluki perang pertanian ini menyebabkan lahan pertanian petani Palestina rusak dan mengganggu kesehatan. Diketahui bahwa hasil penyemprotan herbisida tersebut telah merusak semua tanaman di sekitarnya, dan tidak menyisakan apa pun untuk dipanen. Selain itu, zat kimia juga menyebabkan gangguan kesehatan.

 

Lahan ini tidak jauh dari lokasi perbatasan Gaza. Dan diduga Israel lah yang menyemprotkan pestisida. Kelompok HAM meminta Israel berhenti melakukannya 



BACA JUGA : Pemerintah Sri Lank Mendeklarasikan Keadaan Darurat Karena Serangan Bom di Hari Paskah

Akan tetapi otoritas Israel bersikeras bahwa mereka menyemprotkan hanya pada tanaman mereka dengan herbisida. Tapi petani Palestina membantah klaim tersebut. Dikutip dari Russia Today pada 12 Januari 2019.

 

Kabar perang pertanian ini sebenarnya telah mulai sejak Desember 2018 lalu. Ahmed Badawi, seorang petani Palestina, mengatakan kepada Russia Today bahwa ia gagal panen dan berulangkali terkontaminasi herbisida sejak tahun lalu.



BACA JUGA : Interpol dan FBI Akan Membantu Penyelidikan Dari Serangan Bom yang Terjadi di Sri Lanka

Dari informasi, bahwa hembusan angin yang membawa bahan kimia tersebut termasuk glifosat. "Kami tidak tahu harus berbuat apa. Itu hal yang sama berulang-ulang, setiap tahun," kata petani Palestina.

 

Penggunaan glifosat telah dilarang di banyak negara karena berisiko pada kesehatan tubuh manusia dan menyebabkan kanker.

 

Pertama kali, Israel menyemprot herbisida melalui pesawat. Pesawat berhenti menyemprot kimia ketika sampai di lahan petani Israel. Menteri pertahanan Israel mengklaim penyemprotan itu untuk memberikan pengawasan perbatasan lebih baik di bawah UU Perlindungan Tanaman 5716-1956 Israel.

 

"Penyemprotan dilakukan mengggunakan zat standar yang digunakan di Israel dan negara lain, untuk mencegah rumput-rumput liar tumbuh. Penyemprotan dilakukan hanya di dekat perbatasan dan tidak masuk ke Jalur Gaza," ucap juru bicara militer Israel yang dikutip dari pemberitaan.

 

Disisi lain, Badawi mengaku dia tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah Israel. Sebaliknya, ada kasus di mana petani Israel yang terkena dampak penyemprotan telah dikompensasi atas kehilangan mereka, disebutkan Samir Zaqout, dari Kelompok HAM Al Mezan.

 

Maka dari itulah, kata Samir, mereka minta petani Palestina dikedua sisi perbatasan memperlakukan hal yang sama. Dan menuntut Israel memberikan kompensasi bagi petani Palestina dan menghentikan aksi penyemprotan pestisida.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...