news24xx.com
Wednesday, 24 Jul 2019

Peneliti Menemukan Bahwa Kebanyakan Murid Sekolah Menengah di AS Menggunakan Rokok Elektrik

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Nge-vape atau penggunaan rokok elektrik meningkat hampir 80 persen di antara siswa sekolah menengah dan 50 persen pada siswa sekolah menengah pertama di AS sejak tahun lalu. Ini mendorong Food and Drug Administration di Amerika Serikat untuk membuat kebijakan baru tentang distribusi produk-produk ini.



BACA JUGA : Berkelahi Dengan Sang Suami, Wanita di Cina Ini Menaiki Atap Mobil Suaminya di Tengah Kemacetan

"Data ini mengejutkan saya" kata Komisaris FDA Dr. Scott Gottlieb, dikutip dari CNN. Data membuatnya mengusulkan untuk memperkuat kebijakan tentang produk rokok listrik dan meminta penghapusan situs web yang dapat diakses oleh anak di bawah umur.

Para ahli kesehatan khawatir bahwa produk ini dapat mempengaruhi fungsi otak anak-anak dan membuat mereka kecanduan nikotin dan menjadi pintu gerbang untuk merokok dan bahkan menggunakan obat lain. "Data itu juga menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan rokok elektrik akan cenderung mencoba rokok yang akan membahayakan masa depan mereka" katanya.



BACA JUGA : Ini Dia Beberapa Contoh Dari Sifat Pria Dengan Kepribadian Alfa

Konsumen dan pakar kesehatan telah lama berdebat tentang penggunaan rokok elektrik. Beberapa orang menganggap rokok elektrik sebagai media bagi orang dewasa untuk berhenti merokok, tetapi para ahli kesehatan berpikir tidak ada bukti yang baik untuk mendukung pernyataan ini. "Kami berkomitmen untuk menggunakan otoritas kami yang memasarkan produk ini kepada anak-anak. Ini adalah salah satu prioritas tertinggi kami" pungkasnya.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...