news24xx.com
Friday, 22 Mar 2019

Studi Terbaru Membuktikan Bahwa Polusi Udara Akan Meningkatkan Resiko Dari Terkena Diabetes

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Sebuah studi baru di Tiongkok menunjukkan bahwa ada hubungan antara polusi udara dan risiko penyakit di negara itu. Paparan jangka panjang terhadap partikel-partikel polusi udara berbahaya berpotensi meningkatkan risiko diabetes. Cina sekarang menghadapi masalah diabetes terbesarnya di dunia. Mereka memiliki setidaknya 11 persen dari populasi yang mengalami penyakit ini. Ini terungkap melalui sebuah penelitian di Amerika Serikat yang diterbitkan pada 2017.

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa peningkatan kesejahteraan telah membawa perubahan dalam pola makan dan gaya hidup. Ditambah dengan adanya polusi udara, ini dapat menyebabkan lebih dari satu juta kematian prematur setiap tahunnya.



BACA JUGA : Ingin Mencegah Keriput dan Beruban di Usia Muda, Coba Perbanyak Konsumsi Jeruk

Risiko diabetes meningkat sekitar 16 persen per peningkatan 10 mikrogram per meter kubik yang terpapar partikel PM2.5 dan jangka panjang. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti di Rumah Sakit Fuwai di Beijing dan Universitas Emory di AS dalam sebuah studi yang diterbitkan online di Environmental International.

"Peningkatan kualitas udara yang berkelanjutan akan membantu mengurangi epidemi diabetes di China ini" kata Lu Xiangfeng, salah satu penulis penelitian itu kepada AFP. Tim peneliti menyesuaikan faktor-faktor seperti usia, indeks massa tubuh, status merokok, riwayat diabetes keluarga, dan tingkat aktivitas fisik yang berhubungan dengan pekerjaan, tetapi secara tidak langsung memasukkan faktor-faktor dalam kebiasaan diet dan jenis polutan lainnya.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...