news24xx.com
Friday, 23 Aug 2019

Sekretaris Jendral PBB Mengkritik Keras Hukum Anti-LGBT di Brunei

news24xx


Stephane DujarricStephane Dujarric

News24xx.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras hukum Syariah yang baru saja diberlakukan oleh Kesultanan Brunei Darussalam. Guterres mengatakan hukuman mati dengan rajam karena perzinahan dan hubungan sex sesama jenis jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

"Dengan terus percaya bahwa hak asasi manusia harus ditegakkan untuk semua orang, di mana saja, tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun" kata Guterres dalam pernyataan melalui juru bicara PBB Stephane Dujarric, seperti dilansir AFP, Kamis, 4 April 2019. "hokum tersebut jelas merupakan pelanggaran terhadap semua ini." kata Guterres dalam pernyataannya.



BACA JUGA : Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana Mengundurkan Diri Dari Partai Kebangkitan Bangsa

Hukum Syariah tersebut mulai diberlakukan oleh Kesultanan Brunei sejak Rabu, 3 April 2019 waktu setempat. Aturannya termasuk hukuman rajam sampai mati terhadap kaum homoseksual. Penerapan hukuman ini membuat komunitas LGBT di Brunei merasa takut. "PBB berdiri teguh menentang segala bentuk hukuman kejam yang melanggar hak asasi seorang manusia" kata Dujarric dalam sebuah pernyataan yang mewakili Guterres.

Undang-undang baru ini menetapkan hukuman mati dengan rajam sebagai hukuman untuk hubungan seksual antara laki-laki. Untuk pasangan wanita, ada risiko maksimum 40 kali cambukan atau hukuman penjara maksimum 10 tahun. Di bawah undang-undang baru ini, seseorang akan dihukum dengan pasal tentang hubungan seks sesama jenis jika mereka mengaku atau dinyatakan bersalah berdasarkan kesaksian sedikitnya empat orang.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...