news24xx.com
Wednesday, 24 Apr 2019

Sejarah Dari Sistem Kerja 996 yang Kontroversial yang Ternyata Tidak Berasal Dari China

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Pendiri Alibaba, Jack Ma, tiba-tiba menjadi pusat perhatian karena ingin menggunakan system kerja 996 jam kerja yang kontroversial. Sistem kerja ini populer di perusahaan teknologi dari Cina dan mengharuskan karyawan bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari dalam seminggu. Sistem kerja ini diduga menjadi penyebab banyak karyawan di sana menjadi tertekan karena kurang liburan dan banyak yang tidak mendapatkan kompensasi yang layak.

Meskipun tidak memiliki nama yang sama, sistem kerja ini ternyata pertama kali dimulai di Silicon Valley, AS ketika internet hampir tidak dikenal pada 1990-an. Karyawan yang bekerja di perusahaan teknologi tersebut harus bekerja hingga dua belas jam sehari untuk menjaga perusahaan mereka tetap berdiri dan beroperasi.



BACA JUGA : Tahukah Anda, Ternyata Hanya Dengan Membaui Aroma yang Anda Sukai Bisa Membantu Anda Untuk Berhenti Merokok

Ketika sektor teknologi dan startup di China mulai berkembang pada awal 2000-an, banyak perusahaan meminta karyawan mereka untuk bekerja sepanjang waktu. Ini juga berhasil mendorong perusahaan-perusahaan ini untuk menjadi salah satu yang terbesar di Cina, misalnya seperti Tencent. "Dalam 10 atau 15 tahun terakhir, budaya kerja menjadi sangat intens" kata kapitalis ventura William Bao Bean seperti dikutip oleh BBC, Sabtu, 13 April 2019.

Karyawan tidak hanya harus bekerja selama dua belas jam, tetapi kadang-kadang mereka juga tidak menerima upah lembur. Karena perusahaan teknologi adalah yang pertama menerapkan sistem ini dan mereka berhasil menjadi salah satu yang terbesar di Cina, yang memaksa perusahaan di sektor lain juga mengadopsi sistem ini. Sistem ini akhirnya dianggap normal, hingga akhirnya muncul istilah 996.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...