news24xx.com
Friday, 23 Aug 2019

NASA Menemukan Bahwa Lingkungan Diluar Angkasa Bisa Merubah DNA Pada Manusia

news24xx


Scott KellyScott Kelly

News24xx.com - Scott Kelly dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), mengatakan bahwa manusia yang hidup di luar angkasa selama satu tahun dapat mengalami berbagai perubahan genetik. Kelly mengatakan ini berdasarkan pengalaman pribadinya yang pernah tinggal di Stasiun Luar Angkasa (ISS) selama 340 hari. Kelly membandingkan perubahan genetiknya dengan saudara kembar identiknya, Mark yang belum pernah ke luar angkasa.

Selama setahun, Kelly dan Mark terus memberikan sampel darah, ludah, dan urin mereka kepada sejumlah tim peneliti NASA. Setiap beberapa minggu, sampel biologis tersebut diteliti di ISS. Hasilnya, NASA menemukan bahwa telomer Kelly (Bagian di akhir DNA) tumbuh lebih panjang. Telomer sendiri adalah penutup pelindung di ujung kromosom DNA dan terus menerus menjadi lebih pendek seiring bertambahnya usia manusia.



BACA JUGA : Berhati-Hatilah, Polusi Udara Memiliki Keterkaitan Dengan Gangguan Bipolar dan Depresi

Cnet melaporkan, temuan ini mengejutkan tim ilmuwan dalam program penelitian manusia NASA. Sejauh ini NASA telah menggunakan telomer sebagai cara untuk mengukur penuaan manusia. Ketika kembali ke Bumi, telomer dalam tubuh Kelly mulai menyusut dan menjadi lebih pendek dari sebelum memulai misi ke ISS.

Telomer pendek berhubungan dengan penuaan dan banyaknya penyakit dalam tubuh Kelly. Selain perubahan fisik, NASA juga mencatat bahwa manusia yang hidup lebih lama di ruang angkasa dapat mengalami perubahan mental. Arteri dan retina karotis Kelly diketahui juga menebal meskipun halt ersebut dianggap normal saat melakukan misi ke luar angkasa.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...