news24xx.com
Tuesday, 17 Sep 2019

Hati-Hati, Memotret Kecelakaan Lalu Lintas di Negara ini Bisa Membuat Anda Didenda IDR 2 Juta

news24xx


Stefan Pfeiffer Menegur Pengendara yang Ingin Memotret Korban Kecelakaan MobilStefan Pfeiffer Menegur Pengendara yang Ingin Memotret Korban Kecelakaan Mobil

News24xx.com - Peraturan ini dibuat agar pengendara atau pengemudi dapat fokus berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraan yang dipergunakannya. Dalam hal ini, peraturan lebih difokuskan akan penggunaan ponsel. 

Untuk di Indonesia aturan penggunaan ponsel saat berkendara/mengemudi telah tertuang pada aturan undang-undang berlalu lintas. Akan tetapi tentang seberapa ketatnya aturan ini, ternyata Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain.

Di Jerman, hanya sekadar untuk memotret peristiwa kecelakaan akan membuat pengguna jalan berurusan dengan polisi. Ternyata aturan hanya sekadar untuk memotret peristiwa kecelakaan akan membuat pengguna jalan berurusan dengan polisi. 

Melansir Autoevolution dan otosia.com, seorang polisi lalu lintas, Stefan Pfeiffer, tak akan sungkan untuk mempermalukan para pengguna jalan yang bertindak seperti itu.

Salah satu rekaman video dari ponsel yang beredar telah menunjukkan petugas yang sedang mempermalukan dua pengemudi van yang melewati lokasi kecelakaan fatal di Autobahn 6. Awalnya, Pfeiffer menepikan seorang sopir van. Lalu dia mengajak sopir tersebut dan berkata akan menunjukkan sesuatu. Rencananya, petugas tersebut akan mengajak sopir untuk melihat mayat kecelakaan secara langsung dan mengizinkannya mengambil gambar sebanyak mungkin. Tapi batal.

"Tidak tahu malu," kata polisi itu sebelum kemudian memberi tahu bahwa si sopir tersebut didenda EUR 128 atau Rp 2,069 juta (Kurs EUR 1 = Rp 16.170), karena mengambil gambar kecelakaan.

Pengemudi kedua ketahuan melakukkan hal yang sama. Lalu polisi itu mengatakan bahwa korban kecelakaan berasal dari negara asalnya. Lagi, si polisi mengatakan 'tidak tahu malu' ketika si sopir meminta maaf.

"Bagi kami ini adalah kesempatan untuk mengkonfrontasi perilaku mereka. Jika kita hanya mendenda dan melepaskan mereka begitu saja, saya cukup yakin mereka akan mengulangi lagi. Saya pikir mereka harus menyadari apa yang sebenarnya mereka lakukan. Kami melihat konfrontasi ini bisa membuat mereka sadar bahwa hal ini serius," ujarnya.

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...