news24xx.com
Wednesday, 21 Aug 2019

Puluhan Orang Tewas Dalam Ledakan Bom Bunuh Diri di Pesta Pernikahan di Afghanistan

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

News24xx.com -  Setidaknya enam orang tewas dan 14 lainnya cedera pada Jumat ketika seorang pembom bunuh diri menyerang upacara pernikahan di Afghanistan timur, kata seorang pejabat kepada AFP.

Taliban, yang telah berjanji untuk mencoba mengurangi korban sipil, membantah bertanggung jawab atas ledakan di provinsi Nangarhar. Daerah yang dekat dengan perbatasan Pakistan adalah rumah bagi organisasi gerilyawan lainnya termasuk kelompok Negara Islam, yang telah melakukan serangan sebelumnya.

"Pagi ini pukul 8 pagi waktu setempat, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah upacara pernikahan ... di distrik Pachiragam," Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur Nangarhar, mengatakan kepada AFP.

Dia mengatakan enam orang telah tewas dan 14 lainnya luka-luka, sebuah perubahan dari jumlah korban sebelumnya lima orang tewas dan 40 orang luka-luka.

"Semua penduduk desa dikumpulkan untuk upacara pernikahan," kata saksi Saleem Jan, yang juga seorang tamu dan terluka dalam ledakan itu.

Berbicara kepada AFP dari rumah sakit, ia menggambarkan kebingungan ketika bom meledak dan orang-orang mulai berlari.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi," katanya. "Ketika aku memalingkan wajah, aku melihat lusinan orang terluka, terbaring di tanah."

Juru bicara rumah sakit regional Nangarhar Zahir Adil mengatakan kepada AFP bahwa dua mayat dan 11 korban luka telah dibawa ke rumah sakit di pusat kota Nangarhar.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa hari setelah pembicaraan bersejarah antara perwakilan Afghanistan dan Taliban yang dibungkus sebagai bagian dari upaya pimpinan AS untuk mengakhiri perang.

Pada akhir KTT dua hari di Doha, partai-partai meluncurkan resolusi bersama yang menjanjikan "peta jalan perdamaian" di mana mereka berusaha mengurangi korban sipil menjadi "nol". Pembicaraan langsung antara utusan perdamaian AS Zalmay Khalilzad dan Taliban juga berlangsung minggu lalu.

 

 

NEWS24XX.COM/DEV/RED

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...