news24xx.com
Wednesday, 21 Aug 2019

Ini Kata Pimpinan Muhammadiyah Pekanbaru Tentang Demonstrasi di SMA Muhammadiyah 3

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

News24xx.com -  Mengatasi berita tentang demonstrasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 pada hari Senin, 15 Juli 2019, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pekanbaru (PD) menyampaikan klarifikasi dan kronologi tentang acara tersebut.

Seperti yang kita ketahui, demonstrasi siswa terkait dengan penyimpangan dana BOS dan pemberhentian dua guru, Gusrianto, S.IP dan AhlulAlamsyah, S.IP, yang mengarah pada tuntutan pemberhentian Kepala Sekolah Drs. Alisman.

Klarifikasi disampaikan oleh Ketua Drs. H. Syafrizal Syukur yang didampingi oleh sekretaris Aldia Witra, SE, MI.Kom pada hari Rabu, 17 Juli 2019 di Kantor PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru, K.H. Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru.

Syafrizal mengatakan bahwa demonstrasi siswa yang berlangsung pada hari Senin, 15 Juli 2019 adalah yang kedua kalinya setelah demonstrasi sebelumnya pada 8 April 2019.

Selanjutnya, PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru telah membentuk tim investigasi pada 15 April 2019 yang akan bekerja sampai 2 Juni 2019.

Selama tim investigasi menjalankan tugasnya, kepala Sekolah Kejuruan M 3 Drs. Alisman memiliki status tidak aktif dan juga telah ditunjuk sebagai Pejabat Pelaksana.

"Langkah ini diambil agar tim dapat memeriksa Drs. Alisman secara maksimal dan sampai sekarang telah diaktifkan kembali," katanya.

Dari pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan oleh tim mengenai dugaan penyalahgunaan dana BOS, disimpulkan bahwa hal itu tidak dapat dibuktikan.

Kemudian terkait pemberhentian guru secara sepihak sebagaimana dimaksud oleh tuntutan aksi massa, pada dasarnya sudah dilakukan sesuai prosedur yang benar.

PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru, kata Syafrizal, secara hukum tidak pernah menunjuk seorang guru atas nama Gusrianto, S.IP untuk mengajar.

"Sebenarnya, Gusrianto, S.IP., telah mengajar mata pelajaran PPKN pada periode Februari hingga Juni 2019, itu karena ia diminta oleh Ahlul Alamsyah, S.IP., untuk membantunya. Sementara itu, status kontrak untuk Ahlul Alamsyah sendiri berlaku hingga 30 Juni 2019 dan tidak diperpanjang oleh PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru. Dari masalah ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pemecatan sepihak, "jelasnya.


Dia juga menjelaskan, sebelum demonstrasi berlangsung oleh Siswa pada hari Senin 15 Juli 2019, telah terjadi Penghancuran Fasilitas Sekolah, yaitu berupa pencurian di pintu kantor kepala sekolah dan penghancuran kamera CCTV oleh orang yang tidak dikenal.

Dari rekaman CCTV, kerusakan dilakukan oleh dua orang.

Atas insiden perusakan, PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru menyesalkan dan mendukung langkah-langkah sekolah untuk melapor kepada Polisi untuk menyelidiki para pelaku dan proses hukum secara menyeluruh.

 

 

 

NEWS24XX.COM/DEV/RED

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...