news24xx.com
Monday, 16 Sep 2019

Kementerian Perhubungan Alokasikan Rp 600 miliar Untuk Mengembangkan Danau Toba

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

News24xx.com - Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah menyiapkan dana sekitar Rp 2,4 triliun untuk pengembangan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional pada tahun 2020.

"Kami sudah memiliki program pengembangan yang akan dilaksanakan di Danau Toba dari 2019 hingga 2020," Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pada pertemuan di Parapat, Sumatera Utara, pada hari Minggu.

Menteri menyampaikan pernyataan itu dalam kunjungannya ke daerah Danau Toba pada 28-31 Juli 2019.

Menteri menyoroti upaya mantap pemerintah untuk memperbaiki dan mengubah "wajah" Danau Toba di Silangit, Toba Samosir, Simalungun, dan daerah terkait lainnya.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk mengunjungi daerah Danau Toba.

Hadimuljono menyatakan bahwa kementerian akan melanjutkan pekerjaannya untuk menarik investor untuk berinvestasi dalam beberapa program pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan raya, yang telah dilakukan di kawasan wisata Kaldera.

Hadimuljono menyoroti beberapa pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan di kawasan Danau Toba, seperti perluasan gerbang, perbaikan jalan, serta penciptaan ruang publik di Pelabuhan Ajibata.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Sumatera Utara untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Selama periode 2015-2019, kementerian telah membangun beberapa infrastruktur baru untuk mendukung keamanan air dan pangan, pasokan air bersih, dan pengaturan kawasan wisata di tepi Danau Toba.

"Pembangunan infrastruktur tidak hanya dilakukan untuk mendorong pembangunan ekonomi di daerah perkotaan dan daerah maju lainnya, tetapi juga untuk mengembangkan daerah pedesaan dan perbatasan untuk mengurangi kesenjangan sosial, ekonomi, dan regional," jelas Hadimuljono.

Kementerian juga telah membangun Bendungan Lausimeme di Distrik Deli Serdang. Pekerjaan pembangunan bendungan sedang dilakukan di dua proyek. Proyek pertama dimulai dari persiapan, pembangunan pintu masuk, bendungan utama, dan pekerjaan lainnya. Proyek kedua meliputi pekerjaan relokasi jalan, bangunan penghindaran, bangunan limpahan, bangunan pengambilan, hidromekanis, dan bangunan fasilitas.

Kementerian saat ini memperluas saluran Tano Ponggol di Danau Toba di Kabupaten Samosir untuk memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menjelajahi Pulau Samosir dengan kapal yang lebih besar.

Tano Ponggol adalah satu-satunya akses darat untuk sampai ke Pulau Samosir di tengah Danau Toba. Saluran Tano Ponggol memiliki lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal, dan di beberapa bagian, itu menyempit menjadi hanya delapan meter. Oleh karena itu, Saluran Tano Ponggol saat ini telah melebar menjadi 100 meter sepanjang 1.476 meter. Selanjutnya, penggalian sedalam lima meter sedang dilakukan untuk mendapatkan ketinggian dasar alur pada ketinggian 807m dpl (Di Atas Permukaan Laut).

Selanjutnya, penataan kawasan Tomok di Kabupaten Samosir juga dilakukan untuk mendukung pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tingkat internasional. Pekerjaan pengembangan area Tomok, dari Juli hingga Desember 2017, mencakup pengaturan area Museum Batak di Tomok dan penyediaan infrastruktur pendukung, seperti toilet dan tempat pembuangan sementara. Anggaran untuk mengembangkan Tomok mencapai Rp 3,4 miliar.

 

 

NEWS24XX.COM/DEV/RED

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...