news24xx.com
Wednesday, 11 Dec 2019

Megawati Memerintahkan Kader-Kadernya Untuk Menghormati Prabowo di Kongres PDIP

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

News24xx.com - Pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Megawati Soekarnoputri), telah memerintahkan kader-kadernya untuk menghormati Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, yang akan menghadiri upacara pembukaan kongres PDIP.

Ketika ia menghadiri upacara pembukaan, yang dimulai pada hari Kamis, kader partai harus menunjukkan rasa hormat dan simpati dengan memberi tepuk tangan kepadanya, kata Ketua Komite Penyelenggara Kongres PDIP, I Wayan Koster, pada Rabu malam.

Koster mengatakan kader PDIP tidak diizinkan untuk tidak menghormati tamu undangan, termasuk Prabowo Subianto, mantan calon presiden petahana, Joko Widodo, kader PDIP, pada Pemilihan Presiden 2019.

Pada 24 Juli 2019, Prabowo Subianto bertemu dengan Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Jakarta Pusat setelah pertemuan rekonsiliasi 13 Juli dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Didampingi oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Edy Prabowo, dan Sekretaris Jenderal, Ahmad Muzani, Prabowo mendapat sambutan hangat oleh putra Megawati, Mohamad Prananda Prabowo, setelah tiba dan keluar dari mobilnya sekitar pukul 12:30 malam. waktu lokal.

Subianto dan Megawati, yang partainya adalah pendukung utama Presiden dan Presiden terpilih Jokowi, tampak bahagia selama pertemuan mereka seperti terlihat dalam foto yang diedarkan oleh PDIP kepada wartawan.

Megawati menikmati makan siang di meja bundar bersama para tamunya, putrinya Puan Maharani, putranya Prananda Prabowo, dan Sekretaris Kabinet, Pranomo Anung.

Megawati dan Subianto sudah saling kenal cukup lama. Selain itu, mereka telah bertarung sebagai pasangan presiden dan wakil presiden selama Pemilihan Presiden 2009. Selama waktu itu, slogan populer mereka adalah "MegaPro" dalam upaya mereka untuk menantang pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Pertemuan Subianto dengan Megawati berlangsung enam hari setelah ia bertemu dengan anggota dewan penasehat Gerindra pada 19 Juli untuk pembicaraan mengenai langkah-langkah masa depan setelah pertemuan rekonsiliasi dengan Jokowi pada 13 Juli.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden terpilih dan wakil presiden terpilih setelah putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) tentang sengketa hasil pemilihan presiden pada 27 Juni 2019.

Menurut penghitungan akhir KPU, pasangan Jokowi-Amin memperoleh 85 juta suara, atau 55,5 persen suara nasional, dibandingkan dengan 68 juta suara yang diperebutkan oleh Subianto-Sandi, atau 44,5 persen.

 

 

 

NEWS24XX.COM/PAR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...