news24xx.com
Monday, 16 Dec 2019

Sri Mulyani Menjawab Keluhan Defisit Perdagangan yang Diajukan Presiden Jokowi

news24xx


Sri MulyaniSri Mulyani

News24xx.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab keluhan Presiden Joko “Jokowi” Widodo tentang defisit perdagangan negara dengan merencanakan untuk meningkatkan kinerja sektor industri, perdagangan, dan investasi Indonesia.

"Strategi untuk mengurangi defisit melalui kebijakan industri, kebijakan perdagangan, dan investasi, akan didukung sepenuhnya," kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, 12 Agustus.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, salah satu rencana untuk mengurangi defisit adalah dengan melanjutkan bahan bakar B20 (bahan bakar diesel dicampur dengan 20 persen minyak sawit) dan meningkatkannya ke versi B30 di awal tahun 2020, yang akan diikuti dengan memperkenalkan B50 pada akhir 2020.

“Kami siap mendukung langkah-langkah yang dijabarkan Menteri Koordinator Darmin Nasution. Di sektor-sektor utama industri, perdagangan, dan investasi, ”kata Sri Mulyani.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menjelaskan bahwa realisasi kebijakan B20 telah mencapai 97,5 persen sejak tahun lalu hingga Juli 2019. Ini sama dengan penggunaan 6,1 juta kiloliter minyak sawit.

"Ini menghemat devisa kami hingga USD 1,7 miliar," kata Menteri Darmin.

Presiden Jokowi juga memerintahkan uji coba kebijakan B30 pada 1 Oktober 2019, dan membuatnya berlaku secara nasional pada Januari 2020.

 

 

 

NEWS24XX.COM/PAR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...