news24xx.com
Monday, 16 Sep 2019

Gubernur: Kalimantan Barat Mendapat Manfaat dari Relokasi Ibu Kota

news24xx


Jokowi Jokowi

News24xx.com - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan, provinsinya akan mendapatkan manfaat optimal dari keputusan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke pulau Kalimantan.

Relokasi ibu kota akan mempercepat pembangunan di pulau itu, dan dengan mempertimbangkan perkiraan geografisnya, provinsi-provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur bisa menjadi kandidat yang paling tepat, katanya, Minggu.

Sutarmidji mengatakan posisi geografis Kalimantan Barat lebih dekat ke Jakarta sedangkan Kalimantan Timur lebih dekat ke bagian timur Indonesia.

Namun, karena fasilitas infrastruktur yang lebih baik, Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk dipilih sebagai lokasi ibu kota baru karena dianggap lebih siap daripada provinsi lain, katanya.


Terlepas dari provinsi mana yang akan dipilih, Kalimantan Barat akan mendapatkan manfaat optimal dari relokasi ibu kota ini karena keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing, kata Gubernur Sutarmidji.

Dia berpendapat bahwa pelabuhan bisa mendukung arus masuk dan keluar barang untuk ibu kota baru, katanya.

Mengenai relokasi ibu kota ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah secara resmi mengumumkan keputusannya dalam pidato kenegaraan yang disampaikannya di hadapan anggota parlemen dan tamu VIP pada hari Jumat.

Ibu kota yang baru tidak hanya akan menjadi simbol dan identitas negara, tetapi juga akan mewakili kemajuan bangsa. Memindahkan ibu kota juga akan meningkatkan pemerataan dan persamaan pembangunan ekonomi negara itu, katanya.

"Langkah ini untuk Visi 'Indonesia Maju' (Maju Indonesia). Hidup Indonesia lama," ia menyampaikan dalam pidato kenegaraannya.

Namun Jokowi belum mengumumkan lokasi pasti dari ibukota baru Indonesia ini. Pada awal Agustus, Jokowi mengatakan akan menginformasikannya setelah semua studi komprehensif tentang relokasinya selesai, dan masalah yang terkait dengannya telah diselesaikan.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mematok total biaya untuk memindahkan ibu kota hingga mencapai hampir Rp466 triliun. "Dari total biaya Rp466 triliun, anggaran negara yang dibutuhkan hanya sekitar Rp30,6 triliun," kata Brodjonegoro pada 15 Juni 2019.

 

 

 

NEWS24XX.COM/PAR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...