news24xx.com
Friday, 20 Sep 2019

Memutilasi Sang Kekasih Setelah Berhubungan Badan, Anggota TNI Ini Hadapi Hukuman Penjara Seumur Hidup

news24xx


Memutilasi Sang Kekasih Setelah Berhubungan Badan, Anggota TNI Ini Hadapi Hukuman Penjara Seumur HidupMemutilasi Sang Kekasih Setelah Berhubungan Badan, Anggota TNI Ini Hadapi Hukuman Penjara Seumur Hidup

News24xx.com -  Jaksa penuntut di Pengadilan Militer Palembang di Sumatra Selatan menuntut hukuman seumur hidup untuk Prada Deri Pramana, yang dituduh “sengaja membunuh dan memutilasi” pacarnya yang berusia 21 tahun, Fera Oktaria pada Mei lalu.

"Kami menuntut agar terdakwa dihukum seberat-beratnya dan diberhentikan dari militer," kata jaksa militer Mayor D Butar Butar seperti dikutip oleh kompas.com pada hari Kamis.

Butar Butar menambahkan bahwa Deri telah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Pembunuhan itu konon terjadi pada 8 Mei pada tengah malam di sebuah rumah kos di Kabupaten Musi Banyuasin. Pasangan itu memutuskan untuk bermalam di sana setelah gagal menemukan rumah bibi Deri di Kabupaten Banyu Asin terdekat.

Perwira junior itu tampaknya mencari tempat untuk bersembunyi karena dia baru saja menghindari pelatihan militer di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada awal Mei.

Menurut pernyataan Deri dalam sidang sebelumnya, pasangan itu berdebat setelah Fera mengaku bahwa dia hamil dua bulan.

"Aku marah. [Dia pasti selingkuh dengan saya dengan pria lain] karena saya sedang mengikuti pelatihan militer selama lima bulan, ”kata Deri.

Dia kemudian mengaku membenturkan kepalanya ke dinding dan mencekiknya sampai mati. Dia kemudian memutilasi tubuhnya dengan gergaji yang diambilnya dari gudang penginapan.

Deri menangis di kursinya setelah mendengar permintaan jaksa pada hari Kamis. Panel hakim memutuskan untuk memberinya waktu satu minggu untuk menanggapi permintaan tersebut. Sidang berikutnya dijadwalkan akan diadakan Kamis depan.

Hakim militer Mayor Syawaluddin sebelumnya menyatakan kecurigaannya tentang pembunuhan berencana karena Deri membawa korbannya ke Musi sebelum membunuhnya.

Musi berjarak tiga jam perjalanan dari rumah Fera di Palembang.

"Kamu memberi tahu gadis itu bahwa kamu hanya ingin bertemu dengannya untuk berbicara, tetapi kemudian kamu membawanya ke Musi. Apakah Anda dengan sengaja menjauhkan korban [dari keluarganya untuk membunuhnya?], ”Syawaluddin bertanya dalam sidang sebelumnya seperti dikutip oleh tribunnews.com.

Deri hanya bisa menangis setelah dihujani pertanyaan.

 

 

 

 

NEWS24XX.COM/PAR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...