news24xx.com
Tuesday, 17 Sep 2019

Para Pelaku Pasar di Indonesia Dikejutkan Dengan Langkah Terbaru yang Diambil Bank Indonesia

news24xx


Para Pelaku Pasar di Indonesia Dikejutkan Dengan Langkah Terbaru yang Diambil Bank IndonesiaPara Pelaku Pasar di Indonesia Dikejutkan Dengan Langkah Terbaru yang Diambil Bank Indonesia

News24xx.com - Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin telah mendorong harga obligasi pemerintah (Surat Utang Negara - SUN). Analis pendapatan tetap MNC Securities I Made Adi Saputra, mengatakan bahwa keputusan itu datang sebagai kejutan bagi para pelaku pasar.

Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya, yang pada Juli telah berkurang dari 6 persen menjadi 5,75 persen. Namun, rapat dewan gubernur BI pada hari Kamis, 22 Agustus 2019 memutuskan bahwa tingkat referensi akan diturunkan dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen.

Akibatnya, Made menjelaskan, harga SUN naik. Beberapa seri obligasi pemerintah yang mengalami peningkatan adalah seri FR0078, yang mengalami kenaikan 30 basis poin dibandingkan sesi penutupan kemarin, imbal hasil yang lebih rendah sebesar 7,21 persen. Efek serupa juga tampak pada seri obligasi FR0082, yang mengalami kenaikan harga 30 basis poin dan hasil lebih rendah 7,24 persen.

"Keputusan hari ini cukup mengejutkan di mana para pelaku pasar memperkirakan BI untuk mempertahankan suku bunga acuannya," kata Made seperti dikutip Bisnis.com, Kamis, 22 Agustus 2019.

Meskipun suku bunga acuan BI telah mengalami penurunan, Made mengatakan bahwa proyeksi imbal hasil untuk obligasi 10 tahun tetap pada level 7,11 persen pada akhir tahun.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa kebijakan tersebut konsisten dengan prediksi tingkat inflasi yang lebih rendah dari rata-rata, minat yang tinggi pada keuntungan aset domestik, dan langkah-langkah pencegahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi global yang lambat.

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah bank sentral di seluruh dunia telah memutuskan untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar, termasuk apa yang dilakukan oleh The Fed pada Juli 2019.

Sejalan dengan penurunan suku bunga, nilai tukar Rupiah terus bergerak sesuai dengan fundamental saat ini, yang pada gilirannya membantu mendukung perekonomian domestik. Ke depan, Rupiah akan tetap stabil sejalan dengan prospek arus masuk modal asing.

 

 

 

 

NEWS24XX.COM/PAR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...