news24xx.com
Friday, 20 Sep 2019

Kebakaran Hutan Membuat Harimau Sumatera Keluar Dari Habitatnya

news24xx


Kebakaran Hutan Membuat Harimau Sumatera Keluar Dari HabitatnyaKebakaran Hutan Membuat Harimau Sumatera Keluar Dari Habitatnya

News24xx.com - Indonesia, rumah bagi harimau Sumatra, bergabung dengan perayaan pada Harimau Internasional, yang diamati pada tanggal 25 Juli, untuk meningkatkan dukungan bagi konservasi harimau.

Harimau Sumatera adalah satu-satunya harimau yang masih hidup di negara ini, dan yang terkecil dari lima subspesies harimau di dunia. Pada tahun 1970-an, jumlah harimau Sumatra telah mencapai sekitar 1.000, meskipun jumlahnya menurun menjadi 800 pada tahun 1980-an. Saat ini, populasinya diyakini antara 400 dan 600 harimau.

Pada hari-hari sebelumnya, Indonesia adalah rumah bagi tiga spesies harimau, termasuk harimau Bali, yang menjadi punah pada tahun 1940, dan harimau Jawa, dinyatakan punah pada 1980-an.
Sementara para pencinta lingkungan, pakar, dan pejabat berkampanye selama Hari Harimau Global, beberapa harimau Sumatra yang tersisa harus berjuang untuk bertahan hidup, karena Pulau Sumatra telah dirusak oleh ratusan titik api, mirip dengan kebakaran hutan, sejak Juli 2019.

Provinsi Riau di Pulau Sumatra adalah yang paling terkena dampak kebakaran hutan. Kebakaran hutan juga meletus di Tesso Nilo, provinsi, sebuah taman nasional seluas 81.700 hektar, yang merupakan habitat bagi harimau dan gajah yang terancam punah.


Video seekor harimau yang berlari di dekat pagar fasilitas Chevron di Kabupaten Siak, Riau, menjadi viral pada awal Agustus 2019.

Kepala BBKSDA Riau (Kantor Konservasi Sumber Daya Alam) Suharyono mengkonfirmasi penerimaan informasi dari Wakil Presiden Urusan Eksternal Chevron Hasim M. Noor menjelaskan bahwa video itu diambil oleh seorang penjaga keamanan di Kilometer 5 jalan timur Trans-Sumatra dekat Pengumpulan Station (GS) menyediakan fasilitas 5 Chevron di Minas.

Ini adalah pertama kalinya harimau Sumatra ditemukan berkeliaran di dekat fasilitas minyak di pagi hari, kata Suharyono.

"Ini karena kebakaran hutan dan lahan telah menghancurkan habitat itu, sehingga spesies ini telah melarikan diri [dari habitatnya]. Saya berharap itu tidak akan dipandang sebagai musuh," tambahnya.

Harimau itu keluar dari kompleks dengan memanjat pagar setinggi dua meter.

Dia juga membenarkan bahwa harimau Sumatra sudah dewasa dan sehat. Badan tersebut telah mengirim tim untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah, kata Suharyono.

Dia percaya harimau itu menuju ke Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, yang terletak sekitar 12 kilometer dari kawasan GS 5.

Baru-baru ini, Riau melepaskan dua harimau Sumatra, bernama Bonita (perempuan) dan Atan (laki-laki), yang telah terlibat dalam konflik dengan penduduk desa setempat.

Bonita diselamatkan dari perkebunan di Desa Tanjung Simpang di Kabupaten Indragiri Hilir pada 3 Januari 2018, sementara Atan dipindahkan dari area perumahan di Pulau Burung, juga di kabupaten tersebut pada 18 November 2018.

Di Sumatera Utara, seekor harimau Sumatra yang telah memakan manusia dan seekor kambing Juni lalu akhirnya terperangkap dan dipindahkan ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dhamasraya di Sumatra Barat pada bulan Juli 2019.

"Suaka Harimau Sumatra Barumun di Padang Lawas, Sumatera Utara, tidak dapat lagi menampung harimau, karena harimau jantan dewasa bernama Monang, harimau betina dewasa bernama Gadis dan dua anak berumur 10 bulan tinggal di sana," Irzal Azhar, kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA), mengatakan.

Harimau itu terperangkap pada 16 Juli 2019 di Desa Hutabargot, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Kaki kanan harimau Sumatra mungkin terluka dalam perangkap.

Perangkap tersebut ditetapkan oleh BKSDA Sumatera Utara, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Padang Lawas pada Mei 2019, setelah beberapa insiden.
Kebakaran hutan sering memaksa harimau Sumatra untuk meninggalkan habitat mereka dan pergi lebih jauh untuk mencari makanan.

"Dalam kasus kebakaran hutan, upaya harus dilakukan untuk menyelamatkan harimau segera," kata Direktur Jenderal Ekosistem dan Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno.

Kementerian akan fokus pada pelestarian harimau Sumatra dengan membangun pusat rehabilitasi harimau di Riau, tambah Wiratno.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...