news24xx.com
Monday, 16 Sep 2019

MUI Larang Disertasi Mahasiswa UIN Terkait Seks Pranikah Harus Diizinkan Dalam Islam

news24xx


MUI Larang Disertasi Mahasiswa UIN Terkait Seks Pranikah Harus Diizinkan Dalam IslamMUI Larang Disertasi Mahasiswa UIN Terkait Seks Pranikah Harus Diizinkan Dalam Islam

News24xx.com - Dalam agama apa pun, teks dan aturan tertentu terbuka untuk berbagai interpretasi. Tetapi sebagian besar Muslim di seluruh dunia akan menerima gagasan bahwa seks di luar nikah adalah tindakan berdosa, sebagaimana diuraikan dalam Al-Quran dan teks-teks agama lainnya.

Sebagian besar, tetapi tidak semua.

Baru-baru ini, seorang siswa bernama Abdul Aziz di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Sunan Kalijaga) di Yogyakarta menjadi subjek berita nasional setelah disertasi doktoralnya dengan alasan bahwa seks pranikah harus diizinkan dalam Islam menjadi viral dan menyebabkan kontroversi besar di Indonesia baru-baru ini. .

Seperti dilansir Detik, pada 28 Agustus, komite tesis di UIN Sunan Kalijaga menyetujui disertasi Abdul Aziz tentang seks pranikah menurut Islam. Dalam makalahnya, Abdul Aziz membedah makna teologis dan linguistik dari konsep Islam tentang susu al-yameen, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "orang-orang yang dimiliki tangan kanan Anda" dan telah ditafsirkan untuk merujuk pada budak perempuan yang dapat dinikahi oleh pria Muslim sehingga mereka dapat menikah. dapat memperoleh kebebasan mereka.


Abdul Aziz berpendapat bahwa, berdasarkan pandangan pemikir Islam dan penulis Muhammad Shahrur dari Suriah (yang interpretasi liberalnya terhadap Al-Quran telah memberinya banyak musuh di antara para cendekiawan Islam yang lebih tradisional dan arus utama), susu al-yameen juga harus berlaku untuk seks pranikah. memuaskan desakan pria dan wanita, asalkan mereka terikat oleh kontrak pernikahan sementara.

Setelah aspek khusus disertasinya menjadi viral online dan memicu perdebatan di Indonesia, Abdul Aziz menekankan dalam beberapa wawancara media bahwa argumennya bukan merupakan yurisprudensi Islam. Namun dia mengatakan dia akan terbuka untuk cendekiawan dan ulama yang mempelajari kemungkinan mengizinkan seks pranikah di kalangan Muslim di bawah kondisi khusus tersebut.

Tetapi Majelis Ulama Indonesia (MUI), badan ulama Islam tertinggi di Indonesia, tidak memiliki satupun.

"Penelitian oleh Abdul Aziz tentang konsep 'susu al-yameen menurut Muhammad Shahrur' yang memungkinkan hubungan seksual di luar pernikahan bertentangan dengan Quran dan Sunnah (adat istiadat tradisional dalam Islam) serta konsensus para ulama," Wakil MUI Ketua Yunahar Ilyas mengatakan kepada wartawan di Jakarta kemarin, seperti dikutip oleh kantor berita pemerintah Antara.

Yunahar juga meminta umat Islam di Indonesia untuk tidak mengikuti argumen "menyesatkan" dari disertasi ini, dengan mengatakan bahwa pernikahan adalah tradisi yang dihormati waktu dan bukan "hanya untuk tujuan memenuhi hasrat seksual."

Meskipun telah menyetujui disertasi, komite tesis di UIN Sunan Kalijaga telah meminta maaf atas kontroversi yang disebabkan oleh Abdul Aziz dan mengatakan bahwa mereka telah menginstruksikan kandidat doktoral untuk merevisi abstrak disertasi sehingga mencerminkan fakta bahwa ini merupakan analisis dan kritik. pandangan Shahrur, bukan rekomendasi untuk diadopsi di Indonesia.

Abdul Aziz juga telah meminta maaf atas disertasinya dan telah menyetujui revisi tersebut, mengatakan bahwa ia akan melakukannya untuk "kebaikan yang lebih besar dan agar tidak ada keresahan."

 

 

 

NEWS24XX.COM/PAR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...