news24xx.com
Saturday, 07 Dec 2019

4 Fakta Misteri Tewasnya Anggota TNI AL Dengan Kepala Terbuntal Plastik Mulai Terkuak

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

News24xx.com - Penyebab tewasnya anggota TNI AL Arif Ario Prakoso (28) di rumah neneknya, di Jalan Kedung Anyar 1 No 28, RT 2 RW 12 Surabaya, Kamis (7/11/2019) masih misterius. 

Anggota TNI AL ini tewas dengan kepala terbuntal kresek plastik warna putih. 

Hingga kini penyebab tewasnya Arif Ario Prakoso belum dipastikan, apakah bunuh diri atau ada penyebab lainnya.  

Dari penelusuran Surya.co.id ada sejumlah fakta yang bisa menjadi petunjuk mengungkap penyebab tewasnya Arif Ario Prakoso. 

Berikut uraiannya!

1.  Jarang Sakit 

Sutinah mengaku bahwa cucunya itu berkunjung ke rumahnya seusai bertugas, dirinya tak pernah absen membangunkannya untuk mengambil air wudlu  lalu menunaikan shalat subuh bersama. Sutinah juga mengaku bahwa cucu kesayangannya itu dikenal sebagai orang pendiam. Tak pelak, tewasnya Ario di kamar dengan kepala terbuntal kresek plastik warna putih mengagetkan dirinya.

Meskipun ia juga tak mengetahui penyebab pasti cucu kesayangannya itu tewas. "Ya enggak ada apa-apa, dia jarang sakit," jelasnya.

2. Pendiam

Asisten rumah tangga di rumah Sutikah, Ribut (53) menuturkan, korban selama ini diketahui sebagai sosok pendiam. Setiap pulang ke rumah neneknya usai menunaikan tugasnya, korban jarang terlibat percakapan secara intim dengan sanak famili yang tinggal di dalam rumah neneknya itu.

"Dia itu cuma datang masuk kamar. Main ponsel. Orangnya pendiam, kayak tertutup," kata Ribut.


 3. Tertutup, Curhat Lewat Tulisan

Ribut mengungkapkan, korban memang tidak setiap hari tinggal di kediaman neneknya. Hanya pada waktu tertentu, saat libur panjang seusai menunaikan tugas berlayar di kesatuannya.

Tidak banyak yang ia ketahui soal pertemanan dari korban. Ribut mengenal korban sebagai pribadi yang pendiam.

Seingat Ribut, korban terbilang sering menuangkan unek-unek batin dengan cata menuliskannya dalam medium kertas.

"Ada masalah apa gak mau cerita. Dia sukanya nulis di buku gitu," jelasnya. Namun, Ribut tidak bisa menunjukkan hasil tulisan korban selama ini pada awakmedia.

Karena tulisan itu disimpan korban di sebuah lemari di dalam kamar paling depan berukuran 3 meter x 3 meter.

"Tulisan tangan ada di lemari tapi enggak berani (ambil). Kata komandannya enggak usah bukti lain udah cukup," ungkapnya.

4. Belum Berkeluarga

Korban adalah anak kedua dari tiga orang bersaudara, dan bisa disebut sebagai anak yatim.

"Bapaknya sudah meninggal," katanya.

Selama ini, ungkap Sutikah, ibu dan kedua saudaranya tinggal di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

"Di Jakarta semua, bapaknya juga TNI dulu," pungkasnya.

Di bagian lain, Kepala Dinas Penerangan Komando Armada II (Kadispen Koarmada II) Letkol Laut (P) Djawara H.T. Whimbo A mengatakan, berdasar informasi awal yang diperoleh hal tersebut benar adanya. Ayah korban memanglah anggota TNI AL.

Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan, pangkat dan jabatan yang diemban korban semasa hidup.

"Itu yang saya enggak tahu, kami sudah tanya kesana kemar

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...