news24xx.com
Monday, 16 Dec 2019

Mitos! Ritual Kepercayaan Tidak Diadakan Lagi, Manusia Harimau Penjaga Gunung Dempo Mengamuk

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Seorang warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Minggu (17/11) dikabarkan menjadi korban keganasan harimau.

Harimau kembali menerkam warga, padahal sehari sebelumnya seorang wisatawan menjadi korban saat berada di Gunung Dempo.

Wartawan Sripoku.com (grup Tribun Network) masih mencari informasi detail terkait kejadian tersebut.

Kejadian itu dibenarkan Camat Tanjung Sakti, Awang Firmansyah.

Sebelumnya, keberadaan Harimau menghebohkan warga lantaran menampakkan diri di kawasan kebun teh Kota Pagar Alam.

Warga juga sempat melihat jejak kaki di kawasan Muara Payang Lahat.

Penampakan hewan buas Harimau atau yang biasa disebut warga lokal Pagaralam "Nenek Gunung" mulai meresahkan warga yang tinggal dikawasan Kaki Gunung Dempo.

Hal ini terekam kamera Handphone yang memperlihatkan sosok Harimau di kawasan gunung Dempo.

Tidak hanya iti warga juga melihat Harimau dijalur pendakian Gunung Dempo lewat jalur pendakian Desa Bukit Timur.

Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIk MH mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak melakukan perkemahan di seputaran Tugu Rimau sampai dengan keadaan aman.

"Kami imbau masyarakat untuk sementara tidak melakukan aktivitas camping di kawasan Tugu Rimau sampai keadaan aman dari kemunculan harimau," imbau Kapolres.

Selain berpatroli, polres juga akan mengkoordinasikan hal ini ke pihak pengelolah wisata dikawasan Gunung Dempo.

Sebelumnya ada wisatawan asal Sekayu yang belum diketahui namanya diduga menjadi korban binatang buas tersebut.

Kabag Umum RSUD Besemah, Anca membenarkan jika tadi malam ada pasien yang masuk ke RS Besemah karena diduga diterkam harimau. Wisatawan itu diterkam harimau saat berkunjung ke Gunung Dempo.

Usut punya usut, ada mitos atau kisah dibalik sosok harimau penjaga Gunung Dempo.

Diberitakan Tribunsumsel pada tahun 2018 lalu, sosok harimau tersebut adalah Masumai.

Adapun Masumai merupakan sosok harimau yang dapat menjelma menjadi manusia.

Ia bersemayam di hutan ataupun di gunung Dempo.

Sesekali ia memperlihatkan diri pada orang, dan masih dipercaya sebagai penjaga gunung Dempo.

"Itu dulu ya. Sebuah kepercayaan. Mereka menyebutnya Masumai. Dia sesosok manusia harimau menjaga dan bersemayam di gunung Dempo, atau puyang," kata pemerhati budaya, Mario Andramatik.

Orang-orang mempercayai mitos tersebut biasanya melakukan ritual atau tradisi mengagungkan, ucapan syukur, atau sebuah kebiasaan yang dilakukan masyarakat terhadap gunung tersebut. Namun, ritual-ritual tersebut sudah tidak ada lagi.

Namun pada masa lalu, kepercayaan dan tradisi semacam itu masih ada tahun 1960-an.

Seiring dengan perkembangan ajaran agama baru, kebiasaan dan kepercayaan tersebut sudah ditinggalkan.

"Dempo itu asal katanya "diempukan". Artinya ditinggikan, disucikan atau dimuliakan. Sekarang sudah tidak demikian, bahkan tradisi sudah ditinggalkan," kata Vebri.


 

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...