news24xx.com
Monday, 09 Dec 2019

Tidak Mau Berhenti Menangis, Seorang Bayi Perempuan 1 Tahun Mnegalami Cidera Otak dan Patah Lengan Akibat Dianiaya Pengasuh

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

News24xx.com - Pada dasarnya tugas seorang pengasuh adalah untuk mengawasi anak-anakorang yang menyewa jasanya. Menjaga, dan memastikan anak-anak tersebut bahwa tidak ada hal buruk menimpa mereka ketika orang tua mereka pergi. Tetapitidak semua orang cocok untuk menjadi pengasuh dan mengambil tanggung jawab tersebut, seperti yang ditunjukkan oleh cerita dari Sin Chew Daily ini.

Insiden tersebut terjadi di Kota Taichung, Taiwan,  dimana seorang gadis berusia 1 tahun yang dilarikan ke rumah sakit setelah keluarganya memperhatikan bahwa gadis itu menderita luka-luka. Setelah diperiksa oleh dokter, bayi itu dikatakan mengalami pendarahan intrakranial, lengan yang patah, dan memar yang kasat mata di kepala, dada, dan punggungnya.

Pengasuh mereka yang berusia 25 tahun, Ms Guo, dicurigai sebagai tersangka yang telah menyebabkan cedera tersebut. Pengasuh lain di rumah tersebut bersaksi bahwa Ms Guo telah membantu gadis kecil itu mandi sebelum anak kecil tersebut menjadi tidak sadar. Dikatakan bahwa Guo telah merawat bayi perempuan itu sejak Mei tahun ini, dan ia tinggal bersamanya selama 24 jam.

Berdasarkan pengakuan tersangka peristiwa itu bermula ketika dia mengganti popok bayi perempuan tersebut, Guo kesal padanya karena ia tidak mau menggeser kakinya ke dalam popok dengan benar. Dia juga frustasi karena kedua bayi perempuan itu menangis terus. Sehingga, pada akhirnya ia menggendong bayi tersebut dibagian ketiak mengguncangnya dengan keras.

Bayi perempuan itu pun tetap tak kunjung berhenti menangis, ia pun menarik sang bayo dari tempat tidurnya, sehingga menyebabkan bayi itu jatuh ke lantai, dan mematahkan lengannya.

Dokter yang merawat luka-luka bayi perempuan itu mengatakan bahwa meskipun diselamatkan dari jurang kematian, peluang kelangsungan hidupnya kecil. Hal yang paling mengerikan yakni gumpalan darah keluar dari otak bayi, pihak medis mengatakan bahwa sang bayi kemungkinan akan menderita kerusakan otak yang tidak dapat dipulihkan.

Selama persidangan, pengasuh masih mencoba untuk meminta hukuman yang lebih ringan karena menurutnya seluruh insiden itu merupakan 'kecelakaan' dan dia tidak bermaksud agar hal buruk itu terjadi.

Sang ibu, yang histeris di pengadilan, mengatakan, "Putriku hampir tidak bisa bertahan hidup karena kamu, dan kamu punya keberanian untuk meminta hukuman yang lebih ringan?"

Karena luka-lukanya yang banyak, gadis kecil yang malang itu hanya bisa makan melalui tabung nasogastrik dan harus bergantung pada obat untuk bertahan hidup selama sisa hidupnya. Ibunya juga harus menanggung biaya medis yang cukup besar,  termasuk juga biaya hukum.
 

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...