news24xx.com
Friday, 21 Feb 2020

Jurnalis Awal Yang Membocorkan Informasi Kondisi Mengerikan Wuhan Yang Sebenarnya Hilang, Diduga Diculik Aparat

news24xx


Chen QuishiChen Quishi

News24xx.com - Seorang jurnalis China hilang secara misterius setelah merekam kondisi Wuhan yang sebenarnya. Ia juga  mengatakan dirinya tak takut pemerintah.

Dia adalah Chen Qiushi, seorang pengacara sekaligus citizen journalist berusia 34 tahun.

Dilansir dari Time.com, Chen termasuk sosok yang menonjol di China.

Ia menentang monopoli yang dikontrol ketat oleh Partai Komunis mengenai informasi.

Chen juga merupakan citizen journalist yang vokal dalam menyiarkan apa pun kabar mengenai kondisi sebenarnya di Wuhan, China.

Hanya berbekal ponsel pintar dan akun media sosial, Chen menceritakan kisahnya dan orang lain dari Wuhan maupun tempat lain di Provinsi Hubei yang terisolasi.

Chen melakukan hal itu di lebih dari 100 pos dari Wuhan, selama dua minggu.

Baca Juga: Aduh! Maksud Hati Memaerkan Kemampuan Lompat Tiang Di TikTok, Kemaluan Pria 21 Tahun Ini Justru Tertusuk Galah

www.jualbuy.com

Melalui video yang disiarkan, dia menunjukkan pasien virus Corona yang diletakkan begitu saja di koridor rumah sakit.

Dia juga sempat merekam mayat-mayat yang diduga korban virus Corona.

Video Chen tersebut telah ditonton sebanyak jutaan kali di blog-nya, hingga turut mengambil perhatian polisi.

Melalui video yang diunggah Youtube Coronavirus Live Archive, Kamis (30/01/2020) lalu, Chen mengatakan, polisi telah memanggilnya.

Polisi juga ingin tahu di mana dia dan orang tuanya berada.

"Aku takut," katanya.

"Virus di mana-mana. Aku memiliki kekuatan hukum dan administrasi China," ujar Chen dengan suara yang penuh emosi dan air mata mengalir di pipinya.

"Aku hanya melaporkan apa yang aku lihat dan aku dengar," ucapnya.

Seminggu kemudian, ibu Chen mengunggah video di Twitter pada Jumat (07/02/2020).

Dalam video berdurasi 29 detik, ia mengatakan Chen tidak bisa dihubungi.

Dia memohon bantuan warganet untuk menemukan anaknya.

Pada malam di hari yang sama, teman Chen bernama Xia Xiaodong mengatakan, Chen telah dikarantina secara paksa selama 14 hari.

Tempo itu dianggap sebagai masa inkubasi maksimum untuk virus.

Baca Juga: Memanfaatkan Koronavirus, Perusahaan Asal Vietnam ini Membuat Masker Palsu Dari Kertas Toilet

Xia mengatakan, Chen sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Namun, ketika ia memohon kepada pihak berwenang untuk menelepon Chen, permintaannya tidak diindahkan.

Hingga kini, Chen belum dapat dihubungi.

Keberadaan spesifiknya pun belum diketahui secara pasti.

Di media sosial muncul kekhawatiran jika Chen diculik aparat pemerintah karena negara itu menerapkan sistem ketat informasi soal virus Corona.

Maria Repnikova, seorang profesor komunikasi di Georgia State University yang meneliti media China mengatakan, apa yang dibagikan Chen sangat berbeda dari apa pun yang ditampilkan di media selama ini.


NEWS24XX.COM/CTR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...