news24xx.com
Sunday, 05 Apr 2020

Dampak Positif Wabah Corona; Pengusaha Bisnis Online Dan Vaksinasi China Auto Jadi Miliarder

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Hingga Kamis (27/2/2020) pagi, sebanyak 81.260 orang terkonfirmasi positif virus corona Covid-19.

Dari total tersebut, sebanyak 78.064 kasus terjadi di daratan China.

Tak hanya korban yang berjatuhan, ekonomi China pun mulai lesu dikarenakan wabah tersebut.

Kendati ekonominya lesu, China tetap mampu mencetak jumlah miliarder baru tiga kali lebih banyak daripada Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu.

Miliarder baru tersebut paling banyak memiliki kekayaan dari bisnis dalam obat-obatan dan hiburan online.

Baca Juga: Honda Stop Produksinya Di Indonesia, Ini Alasannya

www.jualbuy.com

Bahkan saat wabah virus corona meletus, China tetap bisa menghasilkan miliarder baru lebih banyak.

Menurut Hurun Global Rich List 2020 yang dirilis Rabu (26/2), wilayah Greater China, termasuk Hong Kong dan Taiwan, menciptakan 182 miliarder baru di tahun ini hingga 31 Januari 2020, sehingga totalnya menjadi 799 miliarder.

Sementara AS hanya melahirkan 59 miliarder baru.

Seperti dikutip Reuters, Hurun Global dalam laporannya juga menyebutkan, wabah virus corona baru di China telah memukul negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Wabah tersebut memberi nilai positif pada saham perusahaan China yang bergerak di bisnis pendidikan online, game online dan vaksinasi.

Hal itu disebabkan karena sebagian besar  orang China terjebak di rumah mereka karena karantina dan pembatasan perjalanan. Permintaan untuk berbagai layanan online menjadi melonjak, dan membuat kantong miliarder seperti Robin Li dari Baidu, pemilik platform video online populer iQiyi, makin tebal.

Baca Juga: Indef Dradjad Wibowo: Kalau Ingin Menyelamatkan Ekonomi, Justru Lockdown Adalah Cara Yang Terbaik

Harta pengusaha kesehatan yang berspesialisasi dalam vaksinasi juga meningkat, termasuk An Kang dari Hualan Biological Engineering dan Jiang Rensheng dari Zhifei Biological Products.

Pada tahun lalu hingga akhir Januari 2020, saham teknologi di China melonjak 77% dan saham perusahaan farmasi China naik 37%, mengalahkan kenaikan rata-rata 16% pada saham dunia.

Meski begitu, pendiri Amazon.com, Jeff Bezos masih berada di posisi teratas orang terkaya dunia dengan kekayaan US$ 140 miliar.

NEWS24XX.COM/CTR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...