news24xx.com
Tuesday, 07 Apr 2020

Dunia Menjadi Pelik Akibat Corona, RI Tetap Optimis Dengan Target Ekspor

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Pemerintah memastikan tidak akan menurunkan target pertumbuhan ekspor non-migas 2020 meski kini dunia dihadapkan dengan wabah virus corona. Kementerian Perdagangan optimistis pertumbuhan ekspor nonmigas bisa tumbuh 5,2% sampai 9,8%.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, target ekspor tetap dipatok berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Surplus neraca perdagangan ditargetkan tumbuh bertahap dari US$ 300 juta pada 2020 menjadi US$ 15 miliar 2024.

Kinerja ekspor nonmigas pada 2019 tercatat surplus sebesar US$$ 6,15 miliar, yang berasal dari ekspor non-migas sebesar US$154,9 miliar dan impor senilai US$148,8 miliar.

Pada rapat pembukaan Rakornas Kemendag 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Kemendag untuk mampu berfokus melakukan relaksasi, dan memotong prosedur yang menyusahkan dalam pelaksanaan ekspor-impor.

Hal itu diharapkan dapat menstimulus ekonomi di tengah keadaan yang sedang bergejolak saat ini. Pasalnya adanya wabah covid-10 membuat bahan baku industri yang 50% berasal dari China menipis persediaannya.

Baca Juga: Honda Stop Produksinya Di Indonesia, Ini Alasannya

www.jualbuy.com

Pemerintah juga saat ini sedang menyiapkan paket stimulus lanjutan untuk perekonomian atau dinamakan sebagai 'second stimulus'. Nilainya lebih dari Rp 10,3 triliun.

Pada stimulus pertama, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 10,3 triliun untuk mendorong sektor pariwisata. Stimulus itu berupa diskon tiket pesawat, hingga pembebasan pajak hotel dan restoran di daerah.

Menteri Koordinator Bidang perekonomian mengatakan, pada second stimulus ini untuk menjaga distribusi pasokan barang melalui aktivitas ekspor-impor.

Pemerintah akan menambah kemudahan ekspor impor. Misalnya dalam dokumentasi Bea Cukai, pemerintah akan mempermudah mengeluarkan Surat Keterangan Asal (SKA) maupun sertifikasi kesehatan komoditas atau Health Certificate (HC).

Selanjutnya, pemerintah juga akan menambah stimulus fiskal berupa relaksasi Pajak Penghasilan (PPh) bea masuk. Kebijakan ini bertujuan agar bahan baku bisa lebih mudah masuk ke dalam negeri dan proses produksi bisa lebih cepat.

NEWS24XX.COM/CTR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...