news24xx.com
Thursday, 22 Aug 2019

Tunggu 5 Tahun Lagi, Meranti Baru Bisa Masuk RIPIN

news24xx


Dedi Putra SHi, Ketua Pansus DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti tentang Ranperda Pembangunan IndustriDedi Putra SHi, Ketua Pansus DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti tentang Ranperda Pembangunan Industri

News24xx.com - Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau rupanya belum termasuk dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN). Kabupaten termuda di Riau ini sepertinya harus menunggu 5 tahun lagi untuk bisa masuk RIPIN.


Untuk diketahui di Provinsi Riau, hanya 3 Daerah saja yang masuk di dalamnya yakni, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.


Sementara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkopukm), Pemkab Meranti mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) rencana pembangunan industri kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Meranti.


"Kalaupun RIPIN harus direvisi untuk memasukkan Kabupaten Meranti, baru bisa dilakukan setelah 5 tahun," kata Dedi Putra SHi, Ketua Pansus DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti tentang Ranperda Pembangunan Industri, Jumat 9 Maret 2018.


Tetapi dengan catatan, Rencana Pengembangan Industri Kabupaten (RPK) juga harus sudah masuk dalam Rencana Pengembangan Industri Provinsi (RPIP) Riau.

Didampingi Sekretaris Panitia Khusus (Pansus), Darsini dan anggota Pansus Taufiek, Dedi menjelaskan, "Tidak masalah Pemkab Meranti mempersiapkan diri terlebih dahulu sebagai daerah industri dengan membuat payung hukumnya terlebih dahulu. Tetapi nantinya harus benar-benar dikawal, dan dapat direalisasikan secara teknis di lapangan. Kita jangan hanya memenuhi amanat UU Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian saja. Tetapi bagaimana merealisasikan kawasan industri ini nantinya secara nyata," tegas Dedi.

Pansus juga sudah menghadirkan sebanyak 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Meranti. Agar penetapan kawasan industri nantinya bisa lebih matang.

Sejumlah produk yang diusulkan untuk dibangun industrinya yakni, kopi, sagu, kelapa, Agro industri, pelayaran, perkapalan, perikanan dan kelautan," kata Dedi, anggota DPRD Meranti dari PPP asal Selatpanjang ini.

Sebelumnya, Mohammad Aza Fahroni mengatakan usulan Ranperda tersebut menjadi dasar untuk pengembangan kawasan industri.


Setelah itu baru dilakukan berbagai langkah, mulai dari menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sampai dengan pembangunan kawasan industri itu sendiri.

"Yang jelas payung hukumnya yang harus kita siapkan terlebih dahulu. Setelah itu baru kita lanjutkan ke tahapan berikutnya, sampai terwujudnya kawasan industri yang dapat mendorong ekonomi masyarakat," kata Aza yang juga mantan Asisten I Setdakab Meranti itu.

 

 

EDITOR :
HPN

 

 

 

 

News24xx.com/par/mad

 

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...