news24xx.com
Tuesday, 17 Jul 2018

Inilah Tiga Pejabat di Indonesia yang Disebut-Sebut Mendapat Karma Karena Terlalu Sombong

news24xx


 Anas Maamun Anas Maamun

News24xx.com -  Menjadi seorang Gubernur atau Wakil Walikota, berarti memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh bagi para masyarakat yang dipimpinnya. 

Namun tidak bagi tiga pejabat asal Indonesia ini. Alih-alih menorehkan prestasi, justru hal memalukan yang dilakukan.


Siapa saja ? Berikut tiga pejabat asal Indonesia yang disebut-sebut mendapat karma atas perbuatannya selama menjadi Gubernur.


1. Zumi Zola
Zumi Zola saat ini sedang tersandung kasus korupsi APBD Jambi. Dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak membantah telah menetapkan Zumi sebagai tersangka kasus penyuapan pengesahan rancangan APBD itu.

Sebelum menjadi gubernur Jambi, Zumi kerap beberapa kali tersangkut kabar miring.

Apalagi, kalau bukan masalah wanita. Ya, pria berparas tampan ini dianggap tega menyakiti hati banyak perempuan. Sebut saja Ayu Dewi, Cassandra Massardi dan Peny Farnita Saputri. 


Oleh karena itu, status Zumi Zola saat ini yang menjadi tersangka, disebut-sebut sebagai karma yang ia terima.

 

 

2. Anas Maamun 
Baru tujuh bulan diangkat menjadi Gubernur Riau pada 19 Februari 2014, Annas Maamun sudah menuai berbagai sorotan negatif. Terutama saat ia mulai mengangkat keluarganya menempati jabatan penting di Provinsi Riau.

Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya, dan membuat Annas dikejar oleh para jurnalis. 

Dalam satu kunjungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, 17 April 2014 atau dua bulan setelah dilantik menjadi gubernur, wartawan bertanya tentang pengangkatan yang kontroversial itu.  Pertanyaan para jurnalis cukup wajar karena sehari sebelum pertemuan di KPU, banyak kerabat Annas diberi jabatan penting.

Bukannya memberikan klarifikasi, Annas justru memaki dan mengucapkan kata-kata kasar kepada jurnalis yang sudah menunggunya.


Kini, Anas sudah ditangkap oleh KPK karena tersandung kasus korupsi.

 

 


3. Pasha Ungu

Wakil walikota Palu, Sulawesi Tengah, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu tak lepas menjadi sorotan. Selama jadi wakil wali kota Pasha sering menjadi bahan perbincangan lantaran tingkahnya yang kontroversial. Salah satunya adalah marah-marah saat pelaksanaan upacara.

Hal ini terjadi saat Pasha memimpin upacara di lingkup Pemkot Palu, Kamis, 18 Februari 2016. Ini adalah pengalaman perdana Pasha sebagai pembina upacara.

Selain itu, karena Pasha memilih untuk jadi pejabat, Band Ungu disebut-sebut sudah tak laku lagi di dunia industri, hal ini dikarenakan band tersebut sudah tidak pernah mengeluarkan single album selama bertahun-tahun.

 

 

 

 

News24xx.com/dev/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...