news24xx.com
Sunday, 23 Sep 2018

Sepasang Remaja Mendapat Persetujuan Untuk Menikah Setelah Melayangkan Gugatan ke Pengadilan Agama

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com -  Pernikahan dini merupakan salah satu hal yang tidak diijinkan oleh Indonesia, Karena selain melanggar norma, pernikahan dini juga berisiko terhadap kesehatan.


Namun sepasang kekasih yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan ini memaksa untuk menikah. Alasan pernikahan ini pun tidak masuk akal, yaitu  karena takut tidur sendiri di rumah.

Diketahui ibu dari calon pengantin wanita telah meninggal setahun yang lalu. Sementara ayahnya selalu meninggalkan rumah keluar Kabupaten untuk bekerja.


Seperti yang dikutip dari Kompas.com, Pelaksana Humas Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bantaeng, Mahdi Bakri mengatakan kedua pasangan pernikahan dini ini datang ke KUA Kecamatan Bantaeng untuk mengikuti Bimbingan Perkawinan pada Kamis, 12 April 2018. 

Namun keduanya ditolak oleh penghulu dan Kantor Urusan Agama (KUA), karena pasangan tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk dinikahkan. Sebab, usia calon pengantin laki-laki baru 15 tahun 10 bulan dan calon pengantin wanita masih 14 tahun 9 bulan.


Namun, keinginan mereka terwujud setelah mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng dan mendapat dispensasi. Mahdi menjelaskan, jika tanpa putusan dari Pengadilan Agama dan mendapat dispensasi, pihak penghulu dan KUA tidak boleh menikahkan anak yang belum cukup usia sesuai aturan yang telah ditetapkan dan undang-undang pernikahan. 

"Awalnya penghulu dan KUA Kabupaten Bantaeng menolak menikahkan mereka berdua, karena tidak memenuhi persyaratan. Namun keduanya melakukan gugatan ke Pengadilan Agama dan mendapat dispensasi. Ya akhirnya dinikahkan secara resmi, karena sudah ada putusan dari Pengadilan Agama," katanya. 

 

 

 

 

 

 

News24xx.com/dev/red


 

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...