news24xx.com
Sunday, 27 May 2018

BEI Minta BI Menaikkan Suku Bunga Acuannya, Ini Alasannya

news24xx


A girl in China does her homework in roof of a taxiA girl in China does her homework in roof of a taxi

News24xx.com - Turunnya nilai rupiah dalam sepekan ini terhadap nilai dollar Amerika Serikat (AS) membuat resah pelaku usaha. Pemerintah diminta untuk bergerak cepat mengatasi lemahnya nilai rupiah ini.

 

Nilai tukar rupiah yang sudah tembus Rp 14.000 ini, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menyarankan kepada Bank Indonesia (BI) untuk segera menaikkan suku bunga acuannya 7 Days Reverse Repo Rate.

 

Di gedung BEI Jakarta pada Rabu (9/5) lalu Tito mengatakan, "Salah satu cara untuk menaikkan permintaan rupiah mau tidak mau ada kenaikan dalam interest rate (suku bunga acuan). Beberapa bank sudah menaikkan interest rate."

 

"Ada dua hal utama masih ada uncertainty (ketidakpastian) di trading dunia dan uncertainty di Indonesia. Pertanyaan terbesar adalah bagaimana kita menarik kembali menaikkan kembali permintaan akan rupiah," lanjut Tito. "Apabila rupiah stabil dapat mendorong laju IHSG yang saat ini juga dalam tren yang melemah," lanjutnya lagi

 

Walaupun IHSG kerap terkoreksi, Tito menegaskan, pasar modal dalam negeri masih cukup baik. Bahkan, kata dia, modal dana di pasar modal Indonesia lebih besar dibandingkan pasar modal Thailand.

 

"Jadi pasar modal Indonesia masih didukung oleh perusahaan yang hasilnya bagus, portofolio bagus dan liquidity yang menguat," katanya.

 

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan atau 7-day Reverse Repo Rate. Upaya ini sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan nilai tukar rupiah terus melemah hingga tembus Rp14.000/US$.

 

Deputi Gubernur Senior BI, Mizra Adityaswara mengatakan hal tersebut akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada pertengahan bulan ini.

 

Mirza mengungkapkan, dalam memutuskan kenaikan suku bunga acuan, BI akan melihat data-data yang ada, mulai dari inflasi hingga pergerakan arus modal global. Kebijakan bank sentral AS juga akan dijadikan bahan pertimbangan.

 

Selain itu, BI juga akan melihat bagaimana pergerakan suku bunga acuan di negara lain. Mirza mengakui, saat ini sejumlah negara telah menaikkan suku bunganya sebagai respon atas kebijakan bank sentral AS.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...