news24xx.com
Tuesday, 23 Jul 2019

UK Menuduh Diskriminasi Dari Facebook Terhadap Grup Rohingya

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Facebook telah dituduh merusak upaya bantuan internasional untuk Burma, Myanmar, karena menyebarkan pidato kebencian dan hoax. Menurut laporan politisi Inggris yang bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah banyak beredar kabar kebohongan dan pidato kebencian terkait penganiayaan kelompok Rohingya di Facebook.

Perusahaan yang telah ada sejak 2004 ini menghadirkan layanan internet populer di Myanmar yang disebut 'Free Basic'. Layanan ini diyakini telah membantu menyebarkan pidato kebencian dan memperparah pembantaian para Rohingya.

Dikutip dari Business Insider, Senin, 30 Juli 2018, anggota Parlemen Inggris mengatakan ini memiliki potensi untuk menghambat kesuksesan program bantuan untuk Burma dari Inggris. Facebook dinilai gagal membantu bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform.

"Facebook telah mengganggu bantuan internasional untuk Rohingya di Myanmar, termasuk upaya pemerintah Inggris" kata sebuah laporan yang dikirim oleh politisi Inggris.

Dia juga menambahkan bahwa layanan Dasar Gratis berbahaya bagi pengguna dan sangat tidak etis. Tentara Burma telah menyiksa lebih dari setengah juta Rohingya secara brutal dengan membunuh, membakar, memperkosa. Kejadian ini memicu kecaman bagi Myanmar di seluruh dunia.

Facebook saat ini sedang dicermati karena perannya dalam krisis yang sedang berlangsung. Pada bulan Maret, PBB mengatakan Facebook menjadi bagian integral dari kehidupan publik di Myamar, bahkan agama-agama ultra-nasionalis Buddha menyalahgunakan platform untuk berbagi pidato kebencian.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...