news24xx.com
Monday, 10 Aug 2020

WNI Yang Mengaku 'Sosialita' Dari Indonesia Ini Diburu Polisi Hong Kong, Ini Permasalahannya

news24xx


Azura Luna MangunhardjonoAzura Luna Mangunhardjono

News24xx.com

Seorang warga negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diburu karena dugaan penipuan di Hong Kong.

South China Morning Post pada Sabtu (7/12/2019) menulis artikel dengan judul The Rise and Fall of Hong Kong Socialite Azura.

Perempuan asal Kediri, Jawa Timur, bernama Azura Luna Mangunhardjono (diduga bukan nama sebenarnya), dilaporkan dalam artikel itu telah melakukan serangkaian penipuan selama beberapa tahun belakangan.

Azura berpura-pura menjadi sosialita Hong Kong yang lahir dari keluarga kaya raya di Indonesia.

Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

www.jualbuy.com

Konsul Muda Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI, Vani Alexandra Lijaya menuturkan, KJRI mengetahui kasus WNI tersebut dari media setempat. Pengecekan dan koordinasi dengan otoritas setempat maupun di Pusat langsung dilakukan.

Sesuai dengan UU dan Ketentuan Hukum yang berlaku di Indonesia, bagi setiap WNI yang berada di Luar Negeri, kemudian menghadapi masalah hukum baik sebagai pelaku ataupun korban, Perwakilan RI (KJRI Hong Kong) akan memberikan bantuan hukum.

"Bantuan hukum secara proposional dan terukur, antara lain, memberikan advokasi, pendampingan pada proses persidangan, penyediaan pennerjemah, dan langkah-langkah lain yang dianggap perlu," tutur Vania.

Azura diketahui tidak membayar sewa apartemen dengan total tagihan sebesar HK $ 460.000 (Rp 826 juta).

Di lain kasus sebuah organisasi yang berbasis di Hong Kong mengajukan laporan polisi untuk mendapatkan kembali uang mereka sebesar HK $ 170.000 (Rp 305 juta) untuk barang yang ditawar Azura di pelelangan dan tidak dibayarnya.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Asal Muasal Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan Besar di Beirut

Mantan temannya juga mengajukan bahwa Azura berhutang £ 20.000 (Rp 369 juta) untuk membeli anggur.

Pembantu Azura juga mengaku tak dibayar selama delapan tahun sehigga Azura berutang HK $ 76.000 (Rp 136 juta) untuk upahnya.

Asisten Rumah Tangga tersebut juga telah telah melaporkannya ke pengadilan buruh.

Bahkan pembersih karpet dan toko bunga mengatakan Azura berutang uang kepada mereka.


NEWS24XX.COM/CTR
 





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...