news24xx.com
Tuesday, 29 Sep 2020

Virus Corona Kini Mewabah Di Bursa Saham; Nyaris 4.000 Saham 'Kebakaran' di Bursa China

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Pasar saham China sedang mengalami hari buruknya tahun ini. Pada pertengahan perdagangan, Indeks Komposit Shanghai sempat terjun bebas hingga 9%.

Sebanyak 3.257 saham terkena koreksi akibat aksi jual masif yang dilakukan pelaku pasar, akhirnya terkena autoreject . Parahnya lagi, aksi jual masif itu dilakukan langsung sejak pembukaan perdagangan.

Dari sekitar 4.000 saham di Bursa Shanghai, hanya 162 yang bisa menguat. Sisanya melemah, dan 3.257 saham terpaksa dihentikan perdagangannya.

"Aksi jual ini sangat cepat dan berulang-ulang," kata salah satu pelaku pasar di Bursa Shanghai seperti dikutip dari BBC, Senin (3/2/2020).

Hari ini merupakan hari perdana Bursa China jualan setelah libur panjang Imlek. Sayangnya, tak lama setelah pembukaan, Indeks Komposit Shanghai anjlok hingga 9%.

Saham-saham ritel terkena koreksi paling dalam, disusul oleh saham-saham manufaktur, konsumer, dan bahan dasar.

Sementara saham alat kesehatan malah melonjak, diuntungkan oleh situasi sekarang ini. Pemerintah China menyatakan sudah menyuntik bantuan untuk perusahaan di pasar modal.

Dana tersebut disuntikkan ke pasar melalui operasi reverse repo pada Senin hari ini.

Rencana itu dilakukan supaya pasar saham tidak mengalami koreksi yang parah di tengah wabah Corona. Sayangnya, pasar tidak merespons positif suntikan tersebut, buktinya indeks langsung jatuh.

Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBOC) menyatakan telah menyiapkan dana likuiditas senilai 1,2 triliun yuan atau US$ 173,8 miliar atau setara Rp 2.363 triliun (kurs Rp 13.600).

 

 

NEWS24XX.COM/CTR





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...