news24xx.com
Tuesday, 29 Sep 2020

Menyedihkan! Masih Kecil 3 Bersaudara Ini Sudah Ditinggal Orang Orangtua Mereka, Begini Nasib Mereka

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Semua orangtua tentu mengharapkan kesehatan dan umur panjang agar bisa merawat dan membesarkan anak-anak hingga besar. Namun, nasib menjadi yatim piatu sepertinya sudah ditakdirkan oleh tiga bersaudara ini. Kedua orangtua mereka meninggal dunia hingga anak pertamanya pun terpaksa menjadi tulang punggung untuk menafkahi adik-adiknya. Sedihnya, kehidupan mereka sangatlah buruk. Bahkan mereka sampai bergantung pada air sungai untuk makan dan minum. Ini dia kisahnya.

Dilansir dari Haibunda, anak sulung laki-laki dari ketiga bersaudara itu, yang bernama Mohamad Syahadam akhirnya terpaksa menjadi tulang punggung untuk adik-adiknya. Bersama kedua adik perempuannya, Mohamad Syahadam berjuang menghidupi diri dan adik-adiknya.

Diketahui ayah tirinya meninggal akibat dari serangan jantung enam bulan yang lalu. Yang lebih menyedihkan lagi, ibu mereka pun akhirnya juga meninggal karena sakit diabetes setelah tiga bulan setelah kepergian ayah mereka. Kepergian ayah dan ibu dalam jangka waktu yang relatif dekat menimbulkan duka yang mendalam bagi anak-anak ini.


Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

www.jualbuy.com

Sepeninggal kedua orangtua mereka, Syahadam bersama dengan adik-adiknya masih tinggal di rumah orang tua mereka. Namun, rumah tersebut ternyata memiliki kondisi yang sangat tidak layak huni. Rumah tersebut beratapkan seng, tak ada listrik, dan tidak memiliki aliran air bersih. Tiga bersaudara asal Kelantan, Malaysia itu akhirnya selalu mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Syahadam mengaku bahwa air sungai di belakang rumah mereka digunakan untuk segala kebutuhan rumah. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, hingga mandi. Meskipun kondisi kehidupan mereka sangatlah berat, tiga bersaudara ini menjalaninya dengan hati yang sangat tegar. Bahkan, adik-adiknya pun tidak pernah mengeluh dengan kondisi prihatin yang mereka jalani. Sejak kecil, mereka memang sudah terbiasa dengan hidup yang penuh perjuangan di tengah-tengah kondisi serba kurang.

Yang lebih mengharukan adalah sikap Syahadam yang tetap bersikeras untuk tidak meminta, meskipun mereka berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. 

Ia sendiri pernah bersekolah hingga kelas lima. Namun, ia harus merelakan pendidikannya dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan adik-adiknya.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Asal Muasal Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan Besar di Beirut

Syahadam sendiri bekerja sebagai buruh di ladang sawit. Setiap bulannya ia mendapatkan upah sebanyak RM700 (Rp2,3 juta). Baginya, uang yang didapatkannya itu sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari dirinya dan kedua adiknya.

Berkat kepandaian mereka yang senantiasa bersyukur dalam menjalani hidup, kabar baikpun menghampiri ketiga kakak-beradik ini. Berdasarkan kabar terakhir, pemerintah setempat menjanjikan akan memberikan bantuan untuk tiga kakak beradik setiap bulannya di mana mereka akan menerima uang bantuan sebesar RM300 (Rp1 juta).


NEWS24XX.COM/CTR





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...