news24xx.com
Friday, 29 May 2020

Setelah China, Giliran Rusia yang Curiga Virus Corona Senjata Biologi Buatan Amerika

news24xx


Setelah China, Giliran Rusia yang Curiga Virus Corona Senjata Biologi Buatan AmerikaSetelah China, Giliran Rusia yang Curiga Virus Corona Senjata Biologi Buatan Amerika

News24xx.com - Bukan cuma China, kecurigaan bahwa virus Corona adalah senjata kimia buatan Amerika Serikat, kembali muncul. Kali ini, kecurigaan itu datang dari Rusia. Rusia mengaku prihatin dengan pengembangan laboratorium senjata biologi yang didanai Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, ketika dunia sedang memerangi pandemi mematikan ini.

"Kami memiliki pertanyaan untuk Amerika. Akan sangat menyenangkan mendengar pembenaran mereka dengan menempatkan begitu banyak laboratorium dekat Rusia dan China, daripada memainkan propaganda Corona," lontar pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, dilansir viva dari sputniknews, Senin 30 Maret 2020.

Baca Juga: Kisah Misterius Tujuh Petugas Kesehatan Tewas Mengenaskan Diculik Pria Berseragam Militer

www.jualbuy.com

Sumber di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengecam pihak berwenang AS karena menyalahkan China atas penyebaran wabah Corona dan memanipulasi data virus mematikan tersebut. Rusia juga menuduh AS memutarbalikkan krisis kesehatan global menjadi serangan politik.

Pejabat tersebut mengakui Rusia tidak memiliki informasi yang dapat dipercaya tentang peran Amerika Serikat dalam kemunculan virus mematikan itu yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, China pada Desember tahun lalu. Namun, pejabat itu menyebutkan bahwa globalisasi membuat penularan Corona hanya dalam hitungan jam.

"Dengan demikian, nada menuduh yang ditujukan terhadap Beijing oleh Washington benar-benar membingungkan," tambahnya lagi. 

Baca Juga: Seorang Kakek 78 Tahun Ditemukan Dalam Keadaan Tak Berdaya Di Antara Sampah Di Negeri Sembilan

Seperti diketahui, China menuding personel militer AS yang mungkin telah membawa Virus Corona ke kota Wuhan di Provinsi Hubei. Diduga, hal itu terjadi selama Pertandingan Dunia Militer yang digelar pada Oktober 2019 lalu.

Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali memilih menyebut virus corona sebagai "virus China". Sementara Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebutnya "virus Wuhan", yang membuat Beijing tersinggung.

Presiden dan menteri luar negeri AS mengecam China karena kegagalannya dalam penanganan awal wabah tersebut. Tetapi juru bicara China sama sekali menolak gagasan bahwa mereka kurang transparan tentang apa yang sedang terjadi.


NEWS24XX.COM/FIR





loading...
Versi Mobile
Loading...