news24xx.com
Thursday, 21 Nov 2019

Aan Mansyur Menjelaskan Mengenai Kekuatan Dari Sebuah Bahasa di Kongres Kebudayaan di Jakarta

news24xx


Aan MansyurAan Mansyur

News24xx.com - Penyair dan penulis Indonesia, M. Aan Mansyur, menjelaskan tentang kekuatan bahasa selama Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI), yang diadakan selama 5 sampai 9 Desember di kompleks kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat. Diskusi tersebut berjudul “Kebimbangan dalam Puisi: Antara Bahasa Asli, Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing”

Selama diskusi, Aan mendorong penonton untuk menggunakan bahasa secara lebih kritis. Menurutnya, ini lebih dari sekadar alat komunikasi.



BACA JUGA : Tradisi Warga Desa Kapal Bali Untuk Memohon Kemakmuran

Aan berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dia terutama berbicara bahasa Bugis sebagai seorang anak dan bahasa Indonesia dianggap asing baginya pada waktu itu. Menurutnya, bahasa Bugis bisa membuat konsep berwujud tak berwujud. Di sisi lain, ada banyak “kebingungan” dalam bahasa Indonesia yang membuatnya sulit untuk mengekspresikan semua ide-idenya.

Meskipun memiliki Bugis sebagai bahasa ibunya, Aan menggunakan bahasa Indonesia ketika dia menulis. Namun, sang penyair sering merasa dibatasi karena ia merasa sulit untuk mencari kosakata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Dia terus berusaha membuat hal-hal tak nyata menjadi nyata dalam pikirannya. Dia memberi contoh "mendengarkan" yang dapat berubah menjadi "suara Anda menyentuh telingaku". Penjelasannya menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara bahasa, cara berpikir dan budaya.



BACA JUGA : Penari-Penari Gay Melanggar Tradisi Kamboja

“Mungkin akan lebih menarik bagi penyair untuk kembali ke bahasa ibu mereka untuk menemukan metode penulisan baru. Penyair yang tumbuh dengan bahasa yang berbeda dapat melihat bahasa Indonesia secara berbeda” katanya, sebagaimana dikutip dari Jakarta Post.

Aan tidak bermaksud mengatakan kepada kami untuk menggunakan bahasa asli kita, bukan bahasa Indonesia. Dia bertanya apakah ada kemungkinan untuk kembali ke bahasa asli mereka untuk membuat puisi Indonesia lebih beragam dan kaya.

 

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...