news24xx.com
Thursday, 21 Nov 2019

Kasus Penembakan Terjadi di Sebuah Candi di Thailan, Dua Biarawan Dilaporkan Tewas Tertembak

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Sekelompok pria bersenjata menyerang kuil Rattanaupap di provinsi Narathiwat di Thailand. Serangan ini menewaskan dua biarawan dan melukai dua lainnya pada hari Jumat. Pihak berwenang setempat, Pak Preechachon, mengatakan para pelaku berpakaian hitam dan membawa senapan memasuki kuil yang terletak di dekat perbatasan Malaysia sekitar Jumat malam.



BACA JUGA : Mengirim Foto Bugil Ke Majalah Pria, Seorang PNS Cantik Asal Rusia Di Pecat

"Serangan itu terjadi sekitar 19:30 ketika sekelompok pria bersenjata dengan pakaian hitam memasuki kuil melalui sungai dari daerah belakang" kata Pak kepada AFP pada Sabtu, 19 Januari 2019. "Dua biksu tewas di kuil itu, sementara dua yang lainnya terluka parah.

Pada hari yang sama, empat pejabat keamanan di daerah itu juga terluka oleh dua ledakan bom yang meledak di salah satu jalan di provinsi tersebut. Seorang pemberontak dilaporkan ditembak mati dalam sebuah insiden yang terjadi di dekat sebuah sekolah.



BACA JUGA : Bejat! Seorang Guru Tari Laki-Laki Yang Mengidap HIV Memperkosa Murid Laki-Lakinya, Begini Penjelasannya

Sebagai akibat dari insiden pada Jumat malam para biarawan diperintahkan untuk menunda upacara pengumpulan amal yang seharusnya terjadi hari ini di tiga provinsi di Thailand selatan. Militer juga telah diperintahkan untuk memperketat keamanan terhadap para pemimpin Islam di wilayah yang mungkin dijadikan sasaran.

Dikutip oleh AFP, wilayah selatan Thailand telah lama dilanda konflik etnis antara pemberontak Muslim Melayu dan mayoritas etnis Buddha. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Malaysia. Sejak 2004, bentrokan antara pemberontak Melayu dan etnis Budha sering terjadi di Thailand selatan. Hingga saat ini, bentrokan telah menewaskan sedikitnya 7.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil.

 

 

News24xx.com/fik/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...