news24xx.com
Friday, 20 Sep 2019

Sebanyak 584 Titik Api Menghantam Pulau Sumatera

news24xx


Sebanyak 584 Titik Api Menghantam Pulau SumateraSebanyak 584 Titik Api Menghantam Pulau Sumatera

News24xx.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pekanbaru, Provinsi Riau, mengkonfirmasi keberadaan 584 titik panas di Pulau Sumatra yang menunjukkan kebakaran hutan pada Sabtu pagi.

Dari total, 272 titik api terdeteksi di Riau, lebih dari dua kali 112 titik api ditemukan pada Jumat sore, Nia Fadhila, analis stasiun BMKG Pekanbaru, menyatakan di sini pada hari Sabtu.

Sebanyak 128 titik api ditemukan di Provinsi Jambi, 99 di Sumatera Selatan, 41 di Bangka Belitung, 18 di Lampung, 11 masing-masing di Sumatra Barat dan Kepulauan Riau, dan empat di Bengkulu.

Sekitar 102 titik api meliputi Kabupaten Pelalawan di Riau, 90 di Indragiri Hilir, 35 di Bengkalis, 17 di Indragiri Hulu, sembilan di Kepulauan Meranti dan Siak, tujuh di Rokan Hilir, dua di Kuansing, dan satu di Kampar.


Selain itu, 192 dari total 272 hotspot di Riau diyakini sebagai titik api, dengan 76 di Pelalawan, 60 di Indragiri Hulu, dan 29 di Bengkalis.

Fadhila menunjukkan bahwa kabut telah menyelimuti Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, pada Sabtu pagi, ketika angin bertiup dari tenggara ke barat daya.

Kualitas udara di Pekanbaru hampir buruk, dengan jarak pandang turun menjadi 1,5 km karena kabut asap yang timbul dari kebakaran hutan. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sebelumnya telah mengakui suramnya penegakan hukum terhadap para pelaku metode tebang dan bakar yang memicu kebakaran hutan dan lahan. Dia mencatat bahwa pemerintah akan mengadopsi pendekatan yang berbeda untuk menghentikan praktik pertanian tradisional menggunakan api.

Wiranto menyatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan pada orang yang membakar terbukti tidak efektif dalam menggagalkan praktik tersebut.

Menteri mengkonfirmasi bahwa peringatan keras telah dikeluarkan untuk 37 perusahaan untuk menghentikan praktik tebang dan bakar untuk membersihkan lahan, sementara proses hukum terhadap lima perusahaan lain masih berlangsung.

Wiranto mencatat bahwa jumlah hotspot tahun ini telah melampaui jumlah tahun-tahun sebelumnya.

"Persentase terbesar kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti metode tebang dan bakar, untuk membuka lahan," katanya.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...