news24xx.com
Friday, 20 Sep 2019

Kabut yang Disebabkan Oleh Kebakaran Hutan Menurunkan Visibilitas di Pekanbaru Hingga 1,5 Kilometer

news24xx


Kabut yang Disebabkan Oleh Kebakaran Hutan Menurunkan Visibilitas di Pekanbaru Hingga 1,5 KilometerKabut yang Disebabkan Oleh Kebakaran Hutan Menurunkan Visibilitas di Pekanbaru Hingga 1,5 Kilometer

News24xx.com  - Visibilitas di ibukota Riau, Pekanbaru, dibatasi hingga 1,5 kilometer (Sabtu) pada hari Sabtu pukul 8 pagi waktu setempat karena kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Kabupaten Pelalawan, khususnya.

Kabut muncul dari Pelalawan di mana 102 titik panas dicatat di pagi hari, Nia Fadhila, analis di stasiun meteorologi, klimatologi, dan geofisika Pekanbaru, menyatakan pada hari Sabtu.

Pelalawan terletak di selatan Pekanbaru, dengan angin bertiup dari tenggara ke barat daya, jelasnya.

Executive General Manager bandara SSK II Yogi Prasetyo mencatat bahwa terlepas dari kabut asap, operasi di Bandara Internasional Sultan Syarik Kasim II (SSK II) di Pekanbaru adalah normal.

Penduduk setempat di Pekanbaru mengenakan topeng saat berkeliaran di luar karena kualitas udara kota tetap pada tingkat yang tidak sehat.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pekanbaru, Provinsi Riau, membenarkan bahwa 584 titik api yang mewakili kebakaran hutan terlihat di Pulau Sumatra pada Sabtu pagi.

Dari total, 272 hotspot ditemukan di Riau, lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan 112 hotspot pada Jumat sore, Nia Fadhila, analis stasiun BMKG Pekanbaru, menyatakan di sini pada hari Sabtu.

Sekitar 128 titik api ditemukan di Provinsi Jambi, 99 di Sumatra Selatan, 41 di Bangka Belitung, 18 di Lampung, 11 masing-masing di Sumatra Barat dan Kepulauan Riau, dan empat di Bengkulu.

Di Riau, 102 titik api terletak di Kabupaten Pelalawan, 90 di Indragiri Hilir, 35 di Bengkalis, 17 di Indragiri Hulu, sembilan di Kepulauan Meranti dan Siak, tujuh di Rokan Hilir, dua di Kuansing, dan satu di Kampar.

Selain itu, 192 dari total 272 hotspot di Riau diyakini sebagai titik api, dengan 76 di Pelalawan, 60 di Indragiri Hulu, dan 29 di Bengkalis.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya telah mengkonfirmasi bahwa kebakaran yang meluas di lahan dan hutan di beberapa provinsi di Indonesia selama beberapa bulan terakhir tidak mempengaruhi sektor pariwisata.

Yahya menunjukkan bahwa turis asing terus berdatangan ke berbagai tujuan wisata di negara itu terlepas dari kebakaran hutan. "Kami belum menerima laporan tentang dampak kebakaran lahan terhadap pariwisata nasional. Semuanya berjalan seperti biasa," tambahnya.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...