news24xx.com
Monday, 16 Dec 2019

Menjijikan! Banyaknya Bangkai Babi Di Sungai dan Danau, Warga Enggan Makan Ikan

news24xx


Bangkai babi ditemukan disebuah danauBangkai babi ditemukan disebuah danau

News24xx.com - Pedagang ikan di Pasar Pringgan mengeluhkan menurunnya penjualan ikan laut.

Betapa tidak, para warga beramai-ramai enggan membeli ikan sejak banyaknya ditemukan bangkai babi di sungai.

Bangkai-bangkai babi itu diduga dibuang oleh warga dari hulu sungai. Babi-babi tersebut merupakan korban dari merebaknya wabah kolera babi di 11 kabupaten di Sumatera Utara. Catatan terakhir Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, sedikitnya 5.800 babi di Sumut mati gara-gara virus ini.

Pedagang yang mengeluhkan pembeli yang jarang datang juga mengeluh akan harga ikan yang menjadi lebih murah.

"Penjualan ikan menurun lebih dari dua kali lipat. Takut orang mau beli ikan. 'Ah, enggak mau beli ikan lagi aku udah dibuang bangkai babi di Percut sana'," ujarnya menirukan keluhan pelanggannya, Rabu (13/11/2019).

Ia mengatakan ikan tongkol yang biasanya dibandrol Rp 25 ribu per kilogram, kini hanya dijual Rp18 ribu per kilogram.

Sebelum adanya pembuangan bangkai babi secara masif ini, ia mengaku bisa menjual hingga 150 kilogram ikan dalam sehari.

"Sekarang paling hanya 70 kilogram saja. Hari ini saya hanya bawa 50 kilogram saja sudah siang begini belum habis, sudah hancur kali pun kami, inilah buktinya," katanya sambil menunjukkan ikan-ikan dagangannya.

Sementara di Pasar Sambu kios penjual ikan tampak sepi. Nainggolan, seorang pedagang ikan mengaku penjualan di kiosnya sudah sangat minim beberapa minggu belakangan.

"Sebelum adanya bangkai babi itu sudah mulai sepi pembeli ikan. Sepertinya semua usaha sedang sepi. Ini makin sepi lagi," kata Nainggolan sambil mengibas ikan dagangannya.

Ia mengaku sangat sulit menjual ikan. Menurutnya, dalam sehari jika berhasil menjual 30 kilogram ikan saja sudah merupakan pencapaian yang hebat.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...