news24xx.com
Saturday, 18 Jan 2020

Sedang Popular Di Cina; Perempuan Lajang Incar Sperma Donor dari Pria Asing, Ini Penyebabnya

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com

Entah angin apa yang berhembus ke Negari Timur Bambu ini. Prinsip hidup melajang tapi ingin punya anak menjadi tren bagi para perempuan mapan di Negeri Tirai Bambu ini ingin punya anak dari rahimnya tapi tanpa suami. Caranya yakni melalui sperma donor.

Xiaogunzhu, nama samaran seorang wanita Cina, merupakan salah satu perempuan lajang yang sangat tertarik dengan program ini.

Perempuan 39 tahun itu pun melihat katalog di internet dan tertarik dengan foto seorang pria keturunan Prancis-Irlandia bermata biru.

China sebenarnya memiliki bank sperma dari lelaki asal Cina sendiri , tapi perempuan yang belum menikah tak boleh mengaksesnya untuk mengikuti program bayi tabung (IVF). Itulah sebabnya, apabila ingin memiliki bayi tabung, perempuan Cina mengincar sperma pria asing.

Baca Juga: Topan Dahsyat Hantam Fiji, 2 Orang Hilang dan 2.600 Orang Mengungsi

www.jualbuy.com

Xiaogunzhu sudah menentukan pilihan, yakni donor sperma dengan kode #14471 yang diperolehnya di situs web bank sperma California. Setelah merasa cocok, dia terbang ke AS untuk memulai proses awal bayi tabung.

Bayinya kini sudah berusia 9 bulan dan diberi nama Oscar, seperti tokoh dalam komik revolusi Prancis dan mengacu pada asal daerah sang pendonor sperma.

Berdasarkan informasi, ternyata perempuan berpendidikan China enggan punya suami, karena mereka menghadapi 'diskriminasi' ketika mencari pasangan.

Menurut sosiolog, para pria enggan menikah dengan perempuan China yang lebih pintar atau punya status sosial dan pendidikan lebih tinggi.

Seiring perkembangan waktu, para perempuan profesional tersebut menganggap bahwa pernikahan bukan satu-satunya jalan untuk bisa mendapatkan anak.

Xiaogunzhu termasuk percaya bahwa dia tak membutuhkan suami untuk punya anak. Terlebih lagi, dia punya pengalaman pahit karena sering dimarahi dan sering diatur oleh ayahnya.

Lenih lanjut, analis memperkirakan bisnis kesuburan di China akan mencapai 1,5 miliar AS pada 2022, dua kali lipat lebih dari 2016. Namun permintaan donor sperma dari luar negeri juga meningkat pesat.

Biaya yang dikeluarkan untuk membeli sperma donor di luar negeri dimulai dari 200.000 yuan atau sekitar Rp400 juta. Itu belum termasuk program bayi tabung serta transportasi dan akomodasi di negara yang menyediakan donor sperma.

Baca Juga: Lepas Dari Pengawasan, Kelopak Mata Atas Gadis 6 Tahun Ini Sobek Akibat Gantungan Pakaian Logam Di Mall

Selain itu, pemohon harus melakukan beberapa kali perjalanan ke luar negeri untuk prosedur medis, karena hukum di China melarang impor sperma manusia.

Departemen kesehatan nasional Cina tidak membebaskan warganya membeli sperma donor, karena bagi mereka tujuan bank sperma adalah mengatasi ketidaksuburan dan mencegah penyakit genetik.

Dengan demikian, bank sperma bukan untuk perempuan lajang, melainkan bagi mereka yang sudah menikah namun tak bisa punya anak.

NEWS24XX.COM/CTR

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...