news24xx.com
Monday, 10 Aug 2020

Misteri Pembunuhan Seorang Pemulung, Polisi Temukan Keganjalang Pada Mayat, Tak Disangka Pembunuhnya Adalah

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com

Satreskrim Polres Klaten akhirnya berhasil mengungkap misteri kematian, Girno (55) warga Dukuh Kemaduan, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan. Mayat ditemukan tergeletak dengan kondisi membusuk di rumahnya, Kamis (5/12/2019) lalu.

Setelah diselidiki, pria itu ternyata dibunuh oleh anaknya sendiri.

Aksi pembunuhan tersebut diketahui polisi berdasarkan otopsi dari RS Bhayangkara Yogyakarta yang menemukan kejanggalan pada jenazah korban yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung itu.

Dari situ polisi langsung menindaklanjuti.

Baca Juga: Bejad! Perempuan di Tangerang Selatan Diperkosa Usai Bangun Tidur Lalu Diteror Dari Instagram

www.jualbuy.com

“Karena ada kejanggalan itu kemudian tim Resmob mencari informasi dan ternyata ada kaitannya dengan saudara berinisial, JO (29). Dia yang sudah membunuh korban,” ujarnya, Senin siang.

Hal yang paling mencengangkan adalah ternyata JO  tak lain adalah anak kandung korban.

Aksi itu dipicu kekesalan JO kepada ayahnya karena sering dimarahi setiap hari.

Setelah sering dimarahi, emosi JO memuncak pada hari Kamis (5/12/2019) lalu. Ia pun memukul bagian kepala korban hingga menewaskannya.

“Memukul pakai tangan pada bagian pelipis sebanyak dua kali. Korban sempat terkapar di lantai kemudian diangkat ke tempat tidur oleh pelaku. Setelah itu pelaku pergi dari rumah,” imbuhnya.

Baca Juga: Kronologi Perampokan Uang Penjualan Sebesar Rp 170 Juta Di Sebuah Warung di Ciracas; Anak Usia 1,5 Tahun Jadi Sandra

Sementara itu Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas menjelaskan pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya pada, Jumat (6/12/2019) lalu, atau sehari setelah ditemukannya mayat korban.

Polisi langsung menggelandang pelaku ke Mapolres Klaten guna pemeriksaan lebih lanjut.

Atas kejadian itu, pelaku disangkakan Pasal 44 ayat 3 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

NEWS24XX.COM/CTR





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...