news24xx.com
Friday, 05 Jun 2020

Ternyata Begini Cara Orang-orang Mengobati Jerawat dari 100 Tahun Lalu, Metode di Tahun 1950 Masih Digunakan Hingga Kini

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com

Jerawat masih menjadi masalah kulit paling umum yang dialami banyak orang. Perkembangan teknologi menghasilkan produk dan peralatan canggih yang banyak digunakan untuk menyembuhkan kulit berjerawat tanpa rasa sakit. Tapi bagaimana dengan perawatan jerawat pada zaman dulu?

Ini berbagai pengobatan jerawat dari 100 tahun yang lalu hingga sekarang, seperti dikutip dari Allure.

1910 - 1920: Cryoslush

Pengobatan dengan Cryoslush atau biang es populer pada 1910 hingga 1920. Perawatan ini dilakukan dengan mengusapkan kembang es atau biasa juga disebut dry ice ke seluruh wajah. Metode ini menyebabkan pengelupasan kulit dan 'membekukan' jerawat hingga menjadi sembuh.

1930: Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide bekerja dengan menyingkirkan bakteri yang ada di bawah kulit, membantu pori-pori melepaskan sel kulit mati dan mengontrol kelebihan minyak. Biasanya digunakan untuk mengobati jerawat yang meradang. Perawatan jerawat dengan salep atau krim oles megandung benzoyl peroxide masih digunakan hingga sekarang.

Baca Juga: Era New Normal; Ketahui Saat Yang Tepat Pakai Sarung Tangan Lateks

www.jualbuy.com

1940: Sinar UV

Pada era ini pengobatan jerawat dengan sinar UV ditemukan dan jadi populer pada akhir Perang Dunia II hingga era 60-an. Sinar UV memang bisa berperan sebagai pembunuh bakteri, termasuk bakteri penyebab jerawat.

Metode ini dilakukan dengan cara menyinari wajah dengan lampu UV selama beberapa saat. Namun ada efek samping yang cukup membahayakan dari metode ini. Sejumlah penelitian menunjukkan kalau radiasi sinar UV bisa meningkatkan risiko kanker kulit.

1950: Antibiotik

Ide menyembuhkan jerawat dengan minum pil antibiotik muncul pada awal era 50-an. Metode ini juga masih digunakan sampai sekarang. Namun konsumsi antibiotik jangka panjang tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan resistensi bakteri, atau bakteri jadi kebal terhadap antibiotik.

1960: Penguapan Wajah

Perawatan dengan uap wajah berfungsi menghidrasi kulit dan membersihkan pori-pori yang tersumbat karena kulit berminyak. Tujuannya agar pengobatan jerawat lebih efektif karena kulit bersih secara mendalam.

1970: Retin-A

Pada era ini, peneliti menemukan bahwa Retin-A terbukti menjadi salah satu metode pengobatan jerawat paling efektif. Retin-A merupakan vitamin A dalam bentuk topikal dan biasanya digunakan dengan cara dioles.

Namun karena formulanya terlalu kuat, Retin-A bisa menyebabkan kulit kering, terkelupas hingga pecah-pecah. Penggunaan Retin-A harus dalam pengawasan dokter.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Melewatkan Sarapan

1980: Accutane

Salah satu turunan vitamin A yang juga terbukti sangat efektif menyembuhkan jerawat. Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) sudah menyetujui penggunaannya pada 1982.

Tapi efek sampingnya juga cukup kuat. Accutane membuat kulit jadi sangat kering dan bisa menyebabkan masalah pencernaan hingga meningkatkan risiko keguguran. Maka dari itu penggunaannya tidak dianjurkan bagi ibu hamil. 

1990: Obat Jerawat di Drugstore

Mulai ditemukan produk-produk pengobatan jerawat yang bisa dibeli dengan bebas di toko farmasi ataupun drugstore. Produk-produk ini bisa bekerja sama efektifnya seperti obat racikan dokter seperti totol jerawat, krim, losion hingga makeup yang diformulasikan untuk merawat kulit berjerawat.

2000: Suntik Steroid

Pada awal 2000-an, suntik jerawat dengan cortisone atau steroid ditemukan. Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan steroid untuk menyembuhkan jerawat batu atau jerawat meradang.





loading...
Versi Mobile
Loading...