news24xx.com
Friday, 05 Jun 2020

Menikah di Kala Pandemi, Pasangan Ini Bersyukur dengan Kesederhanaan Yang Ada

news24xx


Pasangan Lucky (32) dan Adinda (31) tetap melanjutkan pernikahan meskipun saat PSBBPasangan Lucky (32) dan Adinda (31) tetap melanjutkan pernikahan meskipun saat PSBB

News24xx.com

Acara pernikahan yang biasanya diramaikan dengan kehadiran keluarga dan kerabat dalam sebuah pesta resepsi bahagia, kini terpaksa harus ditiadakan.

Di DKI Jakarta, peraturan gubernur terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebutkan bahwa pernikahan boleh dilakukan asal "meniadakan acara resepsi pernikahan yang mengundang keramaian".

Lantas, seperti apa rasanya menikah di masa pandemi seperti sekarang? Lucky dan Adinda, pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan pemberkatan nikah pada tanggal 2 Mei lalu, berbagi suka dukanya kepada DW.

Menikah di tengah pandemi corona saat ini membuat pasangan ini sadar bahwa protokol kesehatan dalam pemberkatan nikah harus benar-benar dijalankan. Masker, sarung tangan, dan hand sanitizer jadi beberapa logistik utama yang harus disediakan di gereja.

Baca Juga: Aneh Tapi Nyata; Temani Pelanggan, Pemilik Restauran Ini Taruh Boneka Kertas Di Meja Makan

www.jualbuy.com

Aturan PSBB yang ketat juga membuat prosesi pemberkatan nikah di gereja hanya boleh dihadiri oleh keluarga inti saja. Adinda menceritakan bahwa prosesi pemberkatan nikah yang mereka jalani hanya dihadiri oleh sekitar 10 orang, itu pun sudah termasuk dokumentasi dan Romo yang memimpin jalannya pemberkatan nikah.

"Sedih banget sih kayak di gereja, choir aja tidak boleh, orangnya terbatas banget jadi satu orang bisa ngerjain tiga deskjob masing-masing," kata Lucky saat diwawancara DW. "Tapi untungnya kita tetap merasa hikmat juga ya, tetap dapat intinya," timpal Adinda.

Memutuskan menikah di tengah pemberlakuan aturan PSBB seperti sekarang bagi mereka bukanlah keputusan yang mudah. Ada berbagai kekhawatiran yang muncul terutama dari keluarga Adinda yang berdomisili di luar Jakarta, yang bahkan sampai detik-detik terakhir menjelang pernikahan meminta pernikahan untuk diundur saja.

Baca Juga: Jangan Asal Makan! Seorang Wanita 34 Tahun Meninggal Setelah Makan Jamur Hitam Yang Direndamnya Dalam Air Semalam

Tapi tidak hanya pertimbangan dari keluarga saja, keduanya pun mengaku sempat berpikir untuk menunda pernikahan. Namun, karena urusan pra nikah di gereja katolik yang mereka jalani tidak semudah yang dibayangkan, dan untuk memutuskan menunda pernikahan dan mengulang prosesnya dari awal dirasa sangat sulit, akhirnya mereka memutuskan melanjutkan rencana pernikahan meski digelar seadanya.

Baginya dan suami, menikah di kala pandemi berarti bersyukur dengan kesederhanaan, bahwa esensi dari menikah adalah niat baik untuk berkeluarga.
 





loading...
Versi Mobile
Loading...