news24xx.com
Friday, 05 Jun 2020

Coca Cola Mempertimbangkan Untuk Membangun Pabrik Daur Ulang di Indonesia Demi Memotong 25 Ribu Ton Plastik

news24xx


Coca Cola Mempertimbangkan Untuk Membangun Pabrik Daur Ulang di Indonesia Demi Memotong 25 Ribu Ton PlastikCoca Cola Mempertimbangkan Untuk Membangun Pabrik Daur Ulang di Indonesia Demi Memotong 25 Ribu Ton Plastik

News24xx.com -  Produsen minuman ringan Coca Cola Amatil Indonesia (Amatil) sedang mencari cara untuk mengembangkan fasilitas daur ulang botol plastik di salah satu negara pencemar plastik top dunia.

Perusahaan mengatakan pada hari Jumat pihaknya telah menandatangani kesepakatan dengan pembuat kemasan plastik Dynapack Asia untuk melakukan studi kelayakan pada pengembangan fasilitas. Pembuat minuman ringan juga mengatakan bertujuan untuk mengurangi konsumsi resin plastik baru hingga 25.000 ton per tahun pada 2022 dengan menggunakan plastik daur ulang.

Baca Juga: Nissan Kembali Menarik Hampir 1,9 Juta Mobilnya Karena Adanya Masalah Dengan Kait Kap Mobil

www.jualbuy.com

Pernyataan itu tidak menyebutkan total konsumsi resin plastik Amatil tahunan baru. Namun, laporan 2019 menunjukkan bahwa Coca-Cola Company memproduksi 3 juta ton kemasan plastik pada 2017, tertinggi di antara 31 perusahaan yang tercantum dalam laporan.

“Ini adalah langkah penting menuju Amatil menjadi mandiri dalam bahan plastik yang kami gunakan, memastikan loop tertutup untuk kemasan minuman plastik di Indonesia secara keseluruhan,” kata presiden direktur Amatil, Kadir Gunduz dalam sebuah pernyataan.

Presiden direktur Dynapack Asia Tirtadjaja Hambali mengatakan produsen kemasan itu berkomitmen untuk menggunakan setidaknya 25 persen plastik daur ulang dalam produksinya mulai tahun 2025, sebagai bagian dari komitmennya kepada Ellen MacArthur Foundation.

Indonesia bertujuan untuk memangkas produksi limbah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025, sesuai kontribusi negara tersebut terhadap Kemitraan Aksi Plastik Nasional (NPAP). Negara Asia Tenggara adalah pencemar puing-puing plastik laut terbesar kedua di dunia di belakang Tiongkok, sebuah studi tahun 2015 melaporkan.





loading...
Versi Mobile
Loading...