news24xx.com
Tuesday, 29 Sep 2020

Ngotot Menerapkan UU Keamanan China, Hong Kong Dapat Kecaman Dari Internasional

news24xx


Ilustrasi demo di ChinaIlustrasi demo di China

News24xx.com - Langkah China untuk memberlakukan undang-undang baru selama pandemi global berisiko merusak kepercayaan pada pemerintah dan kerjasama internasional.

Undang-undang - yang disetujui oleh parlemen China pada hari Kamis itu telah memicu gelombang baru protes anti-China daratan di Hong Kong.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan perkembangan yang terjadi di Hong Kong memperlihatkan negara itu tidak memiliki "otonomi" dari Cina daratan.

Baca Juga: Jajak Pendapat di Sri Lanka Tetap Berjalan Meskipun Ada Penyebaran Virus Corona

www.jualbuy.com

Inggris pada hari Kamis mengatakan hak visa untuk 300.000 pemegang paspor kewarganegaraan yang tinggal di luar negeri (Overseas), yakni di Hong Kong, akan diperluas "menjadi kewarganegaraan Inggris" jika China tidak menangguhkan rencana undang-undang keamanannya.

Parlemen China telah menyetujui RUU Keamanan Nasional untuk Hong Kong yang akan menghukum siapapun yang menentang otoritas Beijing di wilayah tersebut.

AS dan negara sekutunya mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa penerapan UU itu dilakukan oleh Beijing secara langsung bukan melalui lembaga-lembaga di Hong Kong. RUU itu akan "membatasi kebebasan rakyat Hong Kong" dan "secara dramatis mengikis otonomi Hong Kong dan sistem yang membuatnya sangat makmur".

Hal itu disebut juga akan bertentangan dengan kewajiban internasional China yang dimuat dalam deklarasi Sino-Inggris, yang mengatur pengembalian Hong Kong ke Cina, dan itu merusak prinsip "satu negara, dua sistem" dan "meningkatkan potensi persekusi di Hong Kong karena kejahatan politik ".

Baca Juga: Jaga Silaturrahmi; Jokowi Telepon Raja Salman: Selamat Idul Adha dan Doakan Selalu Sehat

Negara sekutu juga mengatakan mereka "sangat prihatin" bahwa undang-undang baru itu akan memperdalam perpecahan di Hong Kong, yang sebelumnya telah memicu gelombang protes dan bentrokan berulang-ulang karena ketegangan dengan China daratan.

AS dan sekutunya mendesak China untuk bekerja dengan pemerintah dan masyarakat Hong Kong dan untuk menemukan "kesepakatan yang dapat diterima bersama".

Sementara itu, Jepang mengatakan Hong Kong adalah "mitra yang sangat penting" dan demokrasi serta stabilitas di sana harus dijaga.

Undang-undang itu menimbulkan kekhawatiran mendalam lantaran dapat mengakhiri status unik Hong Kong.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...