news24xx.com
Tuesday, 29 Sep 2020

Setelah Hadapi Masalah COVID-19, Jepang Kini Terancaman Dengan Kasus Bunuh Diri Besar-Besaran

news24xx


Befrienders Tokyo, lembaga hotline bunuh diri di Jepang yang sibuk beroperasi, setelah kembali diizinkan oleh pemerintahBefrienders Tokyo, lembaga hotline bunuh diri di Jepang yang sibuk beroperasi, setelah kembali diizinkan oleh pemerintah

News24xx.com - Tidak hanya saat pandemi, negara-negara diseluruh dunia kini harus bersiap akan dampak negatif yang muncul setelah pandemi COVID-19 berlalu.

Salah satunya adalah negara Jepang yang dikhawatirkan akan mengalami gelombang bunuh diri dari para masyarakatnya dalam skala yang besar.

Jumlah laporan bunuh diri yang diterima masih tetap berjumlah ratusan tiap harinya, akan tetapi yang membedakan adalah jumlah staff dari layanan ini.

Baca Juga: Kepala SMP di Indragiri Hulu Kompak Mundur

www.jualbuy.com

Dikarenakan pandemi COVID-19 yang terjadi, Pemerintah Jepang terpaksa memotong anggaran dari layanan hotline bunuh diri. Ini membuat mereka terpaksa kehilangan beberapa staff yang seharusnya dipekerjakan.

Dampak ekonomi yang buruk setelah pandemi COVID-19 berlalu ditakutkan para pekerja medis mengembalikan situasi Jepang seperti pada tahun 1998.

Memang untuk saat ini, masih belum terjadi angka peningkatan jumlah bunuh diri di Jepang semenjak negara itu memberlakukan kebijakan lockdown.

Baca Juga: Luar Biasa! Aksi Anjing Berhasil Selamatkan Dua Keluarga dari Kebakaran Ini Sungguh Heroik

Namun, jika Jepang mengalami krisis ekonomi, maka diperkirakan angka pengangguran juga bertambah setiap tahunnya. 1 persen saja angka pengangguran naik di Jepang bisa menyebabkan sekitar 2.400 masyarakat Jepang melakukan bunuh diri.

Jika kondisi ini terjadi dalam satu tahun, maka diperkirakan angka pengangguran kembali naik menjadi 6 persen dimana diperkirakan sekitar 34.000 masyarakat bisa terbunuh setiap tahunnya. (sudah lebih parah dari krisis tahun 1998).

Dan jika ini terjadi selama dua tahun, maka studi tersebut menunjukan total pengangguran bisa mencapai 8 persen dimana jumlah angka bunuh diri melonjak menjadi 39.000 jiwa.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...